MRT Jakarta - GoJek Teken MoU Studi Pembayaran Digital

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagian kepala kereta atau ruang masinis MRT Jakarta tahap pertama yang telah tiba di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta, 12 April 2018. MRT satu rute Lebak Bulus-Bundaran HI ini akan dioperasikan pada Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Bagian kepala kereta atau ruang masinis MRT Jakarta tahap pertama yang telah tiba di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta, 12 April 2018. MRT satu rute Lebak Bulus-Bundaran HI ini akan dioperasikan pada Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan GoJek Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait studi pengembangan pembayaran tiket (mobile payment) dan bisnis di luar tiket atau non farebox.

    Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan ide kerja sama ini terjadi setelah dirinya bertemu pendiri GoJek Nadiem Makarim, tiga bulan lalu.

    "Ide utamanya menciptakan digital ecosystem di Jakarta. MoU ini menjadi awal dan harus dilanjutkan agar menjadi sebuah kenyataan yaitu memperkuat penggunaan transportasi publik di Jakarta," Kata William dalam konferensi pers di kantor MRT Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018.

    Baca: Beroperasi Maret 2019, MRT Jakarta Tugaskan Masinis Perempuan

    William melanjutkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut ingin belajar ke GoJek terkait bisnis aplikasi dan sistem pembayaran digital. Meski usianya cukup muda, GoJek memiliki pengalaman mengoperasikan aplikasi dan memaksimalkan teknologi finansial (financial technology/fintech) melalui Go-Pay.

    Sementara itu, MRT Jakarta akan menyiapkan jalur transportasi publik sepanjang 16 kilometer (km) yang membentang dari Lebak Bulus menuju Bundaran Hotel Indonesia.

    "Kami sediakan jalur dan moda transportasi publik yang bikin Jakarta naik kelas. Kami akan buka kemitraan seluas-luasnya, bukan hanya dengan GoJek," kata William.

    Baca: MRT Jakarta Kerja Sama dengan GoJek, Pengemudi Untung

    Di kesempatan yang sama, Presiden GO-JEK Indonesia Andre Soelistyo menuturkan pihaknya melihat inovasi teknologi sebagai sebuah peluang untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

    "Kolaborasi antara MRT Jakarta dan perusahaan on-demand berbasis aplikasi seperti Go-Jek akan memudahkan masyarakat Jakarta dan sekitarnya dalam beraktivitas," terangnya.

    Hal itu diklaim sesuai dengan visi dan misi perusahaan yaitu menciptakan sistem masyarakat menjadi lebih efektif dan efisien. Menurut Andre, ada beberapa opsi kerja sama yang bisa dieksekusi oleh Go-Jek dan MRT Jakarta.

    "Ranahnya ada di ekosistem digital. Misalnya, pembayaran (tiket) serta delivery makanan. Saat ini, kami punya platform Go-Food dan Go-Pay, bisa juga ada Go-Food Merchant di stasiun MRT. Intinya, kami GoJek bangga bisa terlibat di proyek koridor I fase I MRT Jakarta," tambahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?