Biodiversity Warriors Data Keanekaragaman Hayati di Taman Menteng

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Biodiversity Warriors mengamati ragam flora dan fauna di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 22 Mei 2018. TEMPO/Salsabila Putri Pertiwi

    Anggota Biodiversity Warriors mengamati ragam flora dan fauna di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 22 Mei 2018. TEMPO/Salsabila Putri Pertiwi

    TEMPO.CO, Jakarta - Memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia, Biodiversity Warriors dari Yayasan KEHATI menggelar pendataan keanekaragaman hayati di Taman Menteng, Selasa, 22 Mei 2018. Kegiatan bertajuk 'Capture Nature (Capnature)' itu tak hanya dilakukan di Jakarta saja, melainkan juga di sejumlah kota di Indonesia.

    Menurut Direktur Komunikasi dan Pengggalangan Sumber Daya Yayasan KEHATI Fardila Astari, Biodiversity Warriors berkeliling ke berbagai ruang terbuka hijau (RTH) untuk mendata kenaekaragaman hayati di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

    RTH yang pernah dikunjungi antara lain Taman Dadap Merah dan Taman Surapati. Usai mendatangi RTH, mereka akan mendata jenis keanekaragaman hayati yang ditemukan di sana.

    Baca: Pembangunan RPTRA Era Ahok Disetop, Diganti Taman Maju Bersama

    "Di-list down dari sekian banyak taman atau ruang terbuka hijau yang mereka datangi, kira-kira ada berapa nih jumlah burungnya, kemudian capung, kupu-kupu, dan sebagainya," ujar Fardila. 
    "Apakah ada penurunan (jumlah) atau naik."

    Foto keanekaragaman hayati di Jakarta yang ditampilkan oleh Biodiversity Warriors dalam acara 'Capture Nature' di Taman Menteng, Selasa 22 Mei 2018. TEMPO/Salsabila Putri Pertiwi

     
    Berdasarkan data dari Biodiversity Warriors, sampai saat ini diperkirakan terdapat 157 jenis burung dari total 256 jenis yang semula ada di Jakarta. Selain itu sekitar 10 jenis amfibi, lebih dari 50 jenis kupu-kupu, 46 jenis capung, serta 30 jenis reptil seperti ular, kadal, cicak, dan biawak dapat ditemukan di beberapa taman dan hutan kota di Jakarta.
     
    Menurut Koordinator Capnature Biodiversity Warriors, Ahmad Baihaqi, Capnature juga digelar demi memperkenalkan beragam jenis satwa dan tanaman endemik Jakarta. Salah satu jenis hayati khas Jakarta yang masih ada hingga saat ini adalah salak condet. Flora tersebut merupakan maskot Jakarta bersama dengan elang bondol.

    Baca: Sandiaga Uno Gelar Sayembara Nama Kekinian buat Taman Monas

    Selain mengadakan konperensi pers tentang keanekaragaman hayati di DKI Jakarta, Biodiversity Warriors juga mengadakan pengamatan flora-fauna di Taman Menteng. Dalam pengamatan itu, mereka mencatat ada bajing yang tinggal di taman itu.   

     
    SALSABILA PUTRI PERTIWI | TD

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.