Cerita Pengusaha Kerupuk Mi di Bogor Panen Pesanan di Ramadan Ini

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses pengeringan kerupuk mie kuning di Desa Keradenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu 23 Mei 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

    Proses pengeringan kerupuk mie kuning di Desa Keradenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu 23 Mei 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Bogor -Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah, utamanya bagi produsen makanan. Memasuki bulan ramadan, sejumlah pengusaha kerupuk mi kuning di Kabupaten Bogor kebanjiran pesanan.

    Latifah, 58 tahun satu diantara sepuluh produsen kerupuk mie kuning di Desa Keradenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengaku mendapatkan pesanan yang lebih banyak ketimbang hari biasa.

    Kerupuk mi memang merupakan salah satu makanan yang identik dengan bulan ramadhan. Biasanya, kerupuk mi menjadi teman yang cocok saat menyantap asinan saat waktu berbuka.

    Baca : Ngabuburit Sehat di 108 Masjid ala Kota Tangerang

    “Alhamdulillah jumlah produksi kerupuk mi mengalami penigkatan, meski tidak sedrastis tahun lalu,” kata Latifah kepada Tempo, Rabu 23 Mei 2018.

    Dalam satu hari, ia mengaku bisa menghasilkan sebanyak 80 bal kerupuk mie mentah. Jika dibanding hari biasa ia hanya menghasilkan 60 bal kerupuk mi. "Satu bal beratnya lima kilogram," tutur Latifah.

    Latifah sudah menggeluti usaha pembuatan kerupuk mi kuning sejak tahun 1980 an, dan dirinya biasa menjual hasil produksi kerupuk mie ke daerah Jabodetabek.

    "Saya biasa jual perbal Rp 60 ribuan, ke Tangerang, Bogor, Jakarta, dan lain sebagainya," tutur Latifah yang biasa memproduksi kerupuk mie pada waktu subuh.

    "Ya sekitar pukul 04.00 WIB, biasanya sampai pukul 10.00 WIB pagi, kemudian sorenya dimasukin ke plastik dikemas, dan besok paginya baru diantar ke pelanggan," terangnya.

    Latifah mengungkapkan dibandingkan tahun lalu permintaan kerupuk mi kuning bulan Ramadan tahun lalu bisa mencapai 100 bal per hari. "Sekarang di warung-warung aja sudah mulai jarang ditemukan, tahun lalu itu biasanya mulai produksinya itu pukul 01.00 WIB, bisa menghasilkan 100 bal, kalau sekarang terbilang sedikit menurun," tutur dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.