Uji Coba Ulang Simpang Mampang, Polisi Kaji Rekayasa Lalu Lintas

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Coret - Coretan di beton dalam bentuk penolakan penutupan di tiga simpang Mampang Prapatan, Jakarta, 20 Mei 2018. Uji Coba penutupan tiga simpang Mampang Prapatan yang diberlakukan sejak Jumat Malam, 18 Mei 2018 harus dihentikan karena menuai protes dan pembongkaran paksa oleh warga. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Coret - Coretan di beton dalam bentuk penolakan penutupan di tiga simpang Mampang Prapatan, Jakarta, 20 Mei 2018. Uji Coba penutupan tiga simpang Mampang Prapatan yang diberlakukan sejak Jumat Malam, 18 Mei 2018 harus dihentikan karena menuai protes dan pembongkaran paksa oleh warga. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya akan mematangkan kembali rekayasa lalu lintas di Jalan Mampang Prapatan sebelum uji coba penutupan jalan di Simpang Mampang. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf tidak ingin rencana uji coba ulang penutupan tiga persimpangan itu gagal lagi.

    "Nanti kami akan kaji lagi," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu, 23 Mei 2018.

    Uji coba pertama gagal dan terpaksa dibatalkan sementara. Penutupan tiga simpang ini resmi dimulai pada 18 Mei 2018, pukul 22.00. Saat itu, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan penutupan ini berkaitan dengan adanya pembangunan simpang susun Antasari.

    Baca: Sandiaga Uno Tegaskan Penutupan Simpang Mampang Diuji Coba Lagi

    Hanya selang dua hari, masyarakat Mampang dan sekitarnya memprotes pelaksanaan uji coba karena dianggap memperparah kemacetan. Masyarakat membongkar paksa penutup jalan di tiga persimpangan itu pada 20 Mei 2018.

    Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menilai insiden itu terjadi karena kurangnya sosialisasi tentang penutupan Simpang Mampang. Karena itu, ia memastikan, dalam uji coba mendatang, sosialisasi harus diutamakan. "Rencananya, kami akan mulai sosialisasikan dan belajar dari kemarin. Kami butuh waktu yang panjang untuk sosialisasi," ujarnya.

    Yusuf sependapat dengan Sandiaga. Menurut dia, polisi telah melakukan evaluasi, dan ternyata sosialisasi penutupan Simpang Mampang sangat minim.

    Bahkan beberapa kelompok masyarakat juga tidak dilibatkan sebelum penutupan itu. "Seharusnya, perwakilan warga, lurah, camat kan harus ikut. Nah, itu saya belum tahu sudah dilibatkan atau tidak," ucapnya.

    Selasa kemarin, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan uji coba ulang penutupan jalan di Simpang Mampang akan tetap dilaksanakan. Menanggapi hal itu, Yusuf pun memastikan sosialisasi akan dilakukan dengan lebih luas. "Sosialisasi langsung melalui media, yang penting informasi ini bisa sampai," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.