Tarawih Akbar di Masjid Istiqlal Malam Ini, Dijaga 300 Polisi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah) menunaikan ibadah Shalat Tarawih hari pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, 16 Mei 2018. Masjid Istiqlal juga memiliki agenda rutin buka puasa bersama dengan nama Istiqlal Beriftar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Presiden Jokowi (tengah) menunaikan ibadah Shalat Tarawih hari pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, 16 Mei 2018. Masjid Istiqlal juga memiliki agenda rutin buka puasa bersama dengan nama Istiqlal Beriftar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya akan menjaga Tarawih Akbar di Masjid Istiqlal pada hari ini, Sabtu, 26 Mei 2018 dengan menurunkan 300 personel.

    "Dari Polres Jakarta Pusat dibantu Polda Metro Jaya dan Pemerintah Daerah DKI," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono melalui pesan singkat kepada Tempo, Sabtu, 26 Mei 2018.

    Argo mengatakan kepolisian akan menurunkan ratusan personil polisi untuk menjaga keamanan dan kelancaran Tarawih akbar tersebut. "Sekitar 300 personil polisi (yang diturunkan)," katanya.

    Baca: Dua Alasan Anies Baswedan Pindahkan Tarawih dari Monas ke Istiqlal

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tidak ada persiapan khusus untuk acara Tarawih Akbar di Masjid Istiqlal.

    Sebab, ia yakin warga yang datang untuk tarawih esok hari memang memiliki niat untuk salat tarawih bersama-sama.

    "Jadi pengaturannya lebih kepada pengaturan lalu lintasnya bukan pada aspek keamanannya," kata Anies Baswedan di Masjid As Salam, Joglo, Jakarta Barat, pada Jumat  25 Mei 2018.

    Namun, Anies Baswedan mengatakan tetap melakukan persiapan dan antisipasi layaknya melaksanakan sebuah kegiatan ibadah besar.

    Baca: Tarawih Akbar di Masjid Istiqlal 26 Mei, Anies-Sandi Beda Suara

    "Karena ini bukan kegiatan non religius, ini kegiatan religius yang Insya Allah yang datang kesini adalah yang niat ibadah," ucap dia.

    Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar tarawih akbar ini di Monas. Namun rencana pemerintah Provinsi DKI mengadakan tarawih akbar di Monas itu menuai kritik. Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Pusat Cholil Nafis mengatakan tarawih di lapangan tidak benar secara syariat Islam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.