BMKG: Cuaca Tak Menentu di Jakarta sampai Pertengahan Ramadan

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuaca mendung terlihat dari ketinggian kawasan Harmoni, Jakarta, Jumat (2/3). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan cuaca ekstrem pada 29 Februari-3 Maret 2012, disebabkan oleh daerah tekanan rendah di Samudera Hindia Barat Aceh. Awan hujan berpotensi terjadi di pesisir barat Sumatera, Jawa, Kalimantan bagian selatan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Cuaca mendung terlihat dari ketinggian kawasan Harmoni, Jakarta, Jumat (2/3). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan cuaca ekstrem pada 29 Februari-3 Maret 2012, disebabkan oleh daerah tekanan rendah di Samudera Hindia Barat Aceh. Awan hujan berpotensi terjadi di pesisir barat Sumatera, Jawa, Kalimantan bagian selatan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Subbidang dan Analisis Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Adi Ripaldi mengatakan selama sepekan Ramadan ini cuaca di Jakarta dan sekitarnya tidak menentu: kadang panas terik, teduh, dan hujan.

    BMKG memperkirakan, kata Adi, kondisi ini yang berlangsung sampai pertengahan Ramadan atau akhir Mei 2018. Cuaca tak menentu ini, kata Adi, adalah masa transisi atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. "Salah satu ciri masa transisi bisa tiba-tiba panas terik atau bisa juga hujan lebat," ujar Adi melalui pesan pendek, Ahad, 27 Mei 2018. 

    Adi menjelaskan yang terjadi pada masa transisi ini adalah kondisi udara sudah mulai kering sehingga akan terasa panas. Namun, kondisi suhu laut di Indonesia masih hangat sehingga pertumbuhan awan hujan di sekitar Sumatera, Kalimantan, dan Jawa masih aktif.

    "Pertumbuhan awan hingga matang menjadi hujan itu butuh waktu dari pagi hingga siang. Kalaupun hujan, itu akan terjadi pada sore dan malam hari," ucap Adi.

    Berdasarkan catatan BMKG, Adi menambahkan, menjelang Juni, hujan akan semakin berkurang atau menuju kering seiring dengan masuknya musim kemarau di Pulau Jawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.