Begini Jawaban Jaksa Atas Pledoi Aman Abdurrahman

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman menjalani sidang pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 25 Mei 2018. Suara dentuman yang terdengar dari arah luar ruang sidang kasus terorisme Aman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu sempat membuat pengunjung panik. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman menjalani sidang pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 25 Mei 2018. Suara dentuman yang terdengar dari arah luar ruang sidang kasus terorisme Aman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu sempat membuat pengunjung panik. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut umum sidang kasus terorisme, Mayasari, akan membantah pledoi Aman Abdurrahman dalam sidang replik hari ini, Rabu, 30 Mei 2018. Sidang replik itu akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    "Keseluruhan (kami bantah)," ujar Mayasari melalui pesan singkat kepada Tempo, Selasa, 29 Mei 2018.

    Sebelumnya, terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman membacakan nota pembelaan di PN Jakarta Selatan, Jumat, 25 Mei 2018. Aman menolak dakwaan jaksa penuntut umum bahwa dia adalah otak serangkaian aksi teror di Indonesia.

    Baca: Aman Abdurrahman Mengaku Tak Bersalah, Begini Kata Jaksa Agung

    Aman Abdurrahman yang merupakan pimpinan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) Indonesia didakwa menjadi otak atas sejumlah kasus terorisme di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari bom Kampung Melayu dan Sarinah Thamrin, Jakarta, bom Gereja Samarinda, Kalimantan Timur, serta penyerangan polisi di Bima, Nusa Tenggara Barat dan Medan, Sumatera Utara.

    Atas perbuatannya, pada Jumat 18 Mei 2018,  jaksa penuntut umum resmi menuntut Aman dengan pidana mati.

    Mayasari mengatakan juga akan membantah pembelaan ketidaktahuan Aman tentang empat aksi bom karena terdakwa sedang berada di sel isolasi. Menurut Maya, hal tersebut semuanya telah terurai dalam tuntutan.

    Baca: Pembelaan Aman Abdurrahman Ditulis Tangan di Kertas HVS 8 Lembar

    Dalam pembelaannya, Aman Abdurrahman merasa terdzalimi atas dakwaan tersebut. Hal ini, kata Mayasari, perlu dijawab secara terulis dalam replik. "Kan hakim (juga) yang beri kesempatan (untuk replik)," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.