Hukuman Paling Tepat untuk Bos First Travel Menurut Korban

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi terdakwa kasus dugaan penipuan biro perjalanan umrah First Travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, 19 Februari 2018. Sidang perdana itu beragenda pembacaan dakwaan kasus penipuan biro perjalanan umrah First Travel yang menimbulkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Ekspresi terdakwa kasus dugaan penipuan biro perjalanan umrah First Travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, 19 Februari 2018. Sidang perdana itu beragenda pembacaan dakwaan kasus penipuan biro perjalanan umrah First Travel yang menimbulkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga tersangka kasus pidana pencucian uang First Travel akan divonis pada hari ini, Rabu, 30 Mei 2018. Bos Forst Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan diancam pidana 20 tahun, sedangkan Kiki Hasibuan dituntut hukum 18 tahun.

    Namun korban biro umrah First Travel menganggap tuntutan itu tidak sepadan dengan kerugian yang mereka alami. 

    “Maunya First Travel tetap mengembalikan uang kami karena uang itu kami kumpulkan selama bertahun-tahun,” ujar korban First Travel, Dina saat dihubungi Tempo, Selasa, 29 Mei 2018.

    Menurut Dina, kalau tiga bos First Travel tidak mampu mengembalikan uang mereka, hukuman paling pantas yakni penjara seumur hidup.

    Baca: Klaim Rugi, Bos First Travel: Saya Tidak Memperhitungkan Risiko

    Uang yang dititipkan para calon jamaah umrah kepada Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan malah digunakan untuk hal tidak penting. “Banyak dipakai untuk kepentingan dunia dan dosa,” ujar Dina. 

     
    Kuasa hukum perwakilan jamaah First Travel, Lutfi Yazid juga berharap tiga pendiri travel umrah bodong itu dijatuhi hukuman maksimal. Dalam persidangan sudah jelas terbukti tindak pidana pencucian uang. “Pidana 20 tahun sudah pas,” ucap dia. 
     
    Uang milik 63.310 orang calon jamaah umrah, kata Lutfi juga harus dikembalikan. Aset First Travel yang disita harus dikembalikan ke korban. “Perlu diupayakan maksimal oleh JPU sebagai eksekutor negara,” tuturnya.

    Baca: Alasan Aset First Travel Restoran Nusa Dua London Belum Disegel

    Dalam dakwaannya, tiga bos First Travel itu diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan pencucian uang karena tidak memberangkatkan calon anggota jamaah umrah sebanyak 63.310 dengan kerugian Rp 905 miliar.

    Ketiga bos First Travel itu didakwa melanggar Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.