Enam Poin Replik Jaksa Atas Pembelaan Aman Abdurrahman

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Aman Abdurrahman tiba di pengadilan negeri Jakarta Selatan, 30 Mei 2018. Sidang hari ini beragendakan pembacaan replik atau tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota pembelaan (pleidoi) terdakwa teroris Aman Abdurrahman. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Tersangka Aman Abdurrahman tiba di pengadilan negeri Jakarta Selatan, 30 Mei 2018. Sidang hari ini beragendakan pembacaan replik atau tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota pembelaan (pleidoi) terdakwa teroris Aman Abdurrahman. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim jaksa penuntut umum kasus terorisme dengan terdakwa Aman Abdurrahman alias Oman Rachman menyampaikan 6 poin replik dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini. Tim jaksa tetap menyatakan Aman Abdurrahman bersalah seperti dalam dakwaan.

    "Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan dengan didukung pembuktian alat bukti yang sah sebagaimana ditentukan di peraturan perundangan berlaku," ujar jaksa Anita Dewayani di PN Jakarta Selatan, Rabu, 30 Mei 2018.

    Pekan lalu, terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman membacakan nota pembelaan di PN Jakarta Selatan, Jumat, 25 Mei 2018. Aman menolak dakwaan jaksa penuntut umum bahwa dia otak serangkaian aksi teror di Indonesia.

    Baca: Sidang Aman Abdurrahman, Semua Sidang Lain di PN Jakarta Selatan Ditunda

    Aman Abdurrahman yang merupakan pimpinan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) Indonesia ini didakwa menjadi otak atas sejumlah kasus terorisme di berbagai daerah di Indonesia. Atas perbuatannya itu, Aman Abdurrahman dituntut pidana mati oleh jaksa pada Jumat 18 Mei 2018.

    Tim jaksa menyampaikan enam buah poin replik untuk menanggapi nota pembelaan yang dibacakan Aman Abdurrahman Jumat pekan lalu. Salah satunya, jaksa meminta majelis hakim menolak seluruh nota pembelaan Aman. "Menolak seluruh nota pembelaan yang diajukan terdakwa dan tim penasehat hukum terdakwa," kata Anita.

    Pada poin lain, jaksa menyatakan Aman Abdurrahman secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana terorisme. Hal itu sebagaimana dalam dakwaan ke-1 primer melanggar pasal 14 juncto Pasal 6 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

    Baca: Aman Abdurrahman Hujat Bom Surabaya, Ini Kata Pengamat Teroris UI

    Tim jaksa juga meminta hakim menjatuhkan pidana kepada Aman Abdurrahman dengan pidana mati. Hal itu sesuai dengan tuntutan yang dibacakan Jaksa beberapa waktu lalu. Selain itu jaksa meminta Aman Abdurrahman tetap dalam tahanan.

    Anita mengatakan, tim jaksa meminta majelis hakim agar menyatakan alat bukti telah disita sebagaimana yang diajukan dalam nota tuntutan terhadap Aman Abdurrahman. Poin lain replik jaksa ini juga meminta meneruskan permohonan korban bom Sarinah, Thamrin, serta Kampung Melayu untuk dibebankan kepada negara melalui Kementerian Keuangan. "Untuk memberikan hak kompensasi sebagaimana rincian nota tuntutan kami yang lalu," tutur Anita.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bahayanya Sampah Laut Bagi Ekosistem

    Laut menyimpan banyak sekali manfaat. Namun, kondisinya sekarang sangat memprihatinkan. Banyaknya Sampah Laut menjadi masalah besar sekarang ini.