Polisi Dalami Kasus Video Porno Viral Diduga Politikus Muda

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi stop pornografi. Shutterstock

    Ilustrasi stop pornografi. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepolisian Daerah Metropolitan Jaya terus mendalami kasus penyebaran video porno yang diduga melibatkan salah satu kader Partai Gerindra Polisi kini mencari oknum yang menyebarluaskan dan merekam video itu.

    "Penyebarnya juga (dicari). Ketika seseorang melakukan pengamblan gambar dalam wujud pornografi, dia seharusnya sadar bahwa media ini bisa diakses, dibuka oleh orang. Makanya dia dengan sadar melakukan itu semuanya, ya sebetulnya kalau itu terpublishkan, terinformasikan ke masyarakat bisa dikenakan UU ITE," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Adi Deriyan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 30 Mei 2018 terkait kasus video porno yang viral itu.

    Baca : Polisi Usut Penyebar Video Viral Bocah Asyik Nonton Video Porno

    Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa kasus ini telah dilimpahkan ke Bareskrim Mabes Polri. Meski tidak ada yang melaporkan video tersebut ke kepolisian, polisi tetap menelusuri segala hal yang dianggap meresahkan masyarakat.

    "Ini kami bekerja berdasarkan temuan. Ada model A, model B. Dia boleh membuat laporan sendiri, jadi tidak harus datang dari masyarakat," ucap Adi lagi.

    Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan beredarnya video mesum dengan pemeran mirip keponakan Prabowo Subianto, Aryo Djojohadikusumo, adalah tidak betul. "Itu fitnah," ujar Riza di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 28 Mei 2018.

    Riza meminta semua pihak dan masyarakat lebih bijak melihat pemberitaan. Ia juga meminta semua orang cermat serta tidak menelan mentah-mentah kabar yang beredar.

    "Kami Partai Gerindra sudah menyampaikan berkali-kali bahwa terkait video tersebut tidak benar dan itu fitnah," ujarnya.

    Riza mengatakan Aryo telah berkali-kali mengklarifikasi bahwa kabar tersebut tak benar. Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad menunggu bukti dari kepolisian ihwal beredarnya video mesum mirip Aryo itu. "Kalau itu memang ada bukti dari aparat penegak hukum, nanti kita akan bicarakan dalam rapat internal MKD," tutur Dasco.

    Belakangan, beredar video porno dengan salah satu pemeran mirip Aryo. Dalam video berdurasi 2 menit 35 detik itu, tampak sang pemeran pria dengan dua orang wanita tak berbusana. Pemeran pria tampak beradegan mesum dengan salah satu pemeran wanita. Sementara seorang wanita lagi merekam adegan itu.

    ANDITA RAHMA | CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.