Anies Baswedan Jelaskan Pohon Imitasi Tanpa Izin: Ngawur Aja

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut hadir dalam acara Festival Betawi 2018 di Gedung Smesco dan memberi kesempatan pengunjung untuk membatik. Kamis, 31 Mei 2018. Maria Fransisca.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut hadir dalam acara Festival Betawi 2018 di Gedung Smesco dan memberi kesempatan pengunjung untuk membatik. Kamis, 31 Mei 2018. Maria Fransisca.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyayangkan pemasangan pohon imitasi di beberapa titik trotoar di Jakarta. Pemasangan tersebut, ucap Anies, dilakukan Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat tanpa berkoordinasi dengan dia.

    Ngawur aja. Enggak tahu idenya siapa, tapi ada petugas dari Sudin Energi Jakarta Pusat masang tanpa pemberitahuan,” kata Anies Baswedan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Juni 2018.

    Pihak Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat, ujar Anies, memasang sejumlah pohon imitasi tersebut tanpa seizinnya.

    Baca juga: Koalisi Pejalan Kaki Kritik Pohon Imitasi di Beberapa Trotoar Jakarta

    Anies Baswedan juga mengaku belum tahu-menahu soal kabar anggaran pemasangan pohon imitasi itu yang disebut-sebut mencapai Rp 8,52 miliar.

    “Kalau itu, nanti cek lagi. Tapi, yang jelas, ini adalah contoh jalan sendiri tanpa koordinasi dan langsung diluruskan. Sama kayak kalau wartawan nulis keliru ya diluruskan sama redaksinya,” tutur Anies.

    Pejalan kaki melintasi pohon imitasi di trotoar Jalan MH Thamrin, Jakarta. Facebook Koalisi Pejalan Kaki

    Beberapa pohon imitasi sempat berjejer menghiasi sejumlah titik trotoar di Jakarta. Namun Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta mencabut pohon-pohon tersebut karena dianggap mengganggu pejalan kaki.

    Pemasangan pohon itu sebelumnya memang menuai kritik dari sejumlah lapisan masyarakat, salah satunya Koalisi Pejalan Kaki. Koordinator Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus menyesalkan pemasangan pohon yang dianggap membuat sempit trotoar.

    “Kalau memang trotoar itu cukup sempit, jangan dipaksakan dipasang pohonnya,” kata Alfred kepada Tempo, Kamis, 31 Maret 2018.

    Simak juga: Penataan Kampung Versi Anies Baswedan Terganjal Aturan Tata Ruang

    Sebelumnya, beredar catatan anggaran dana pengadaan tanaman dan bahan dekorasi oleh Pemerintah Provinsi DKI dalam Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik atau LPSE.

    Dalam situs itu, Pemprov DKI disebut menganggarkan dana hingga Rp 9,27 miliar untuk pengadaan tanaman dan bahan dekorasi. Sedangkan harga perkiraannya Rp 8,525 miliar.

    Dalam LPSE, pemenang tender pengadaan itu adalah PT Cahaya Perisai Afiyah dengan harga penawaran Rp 8,104 miliar. Anies Baswedan sudah menegaskan, pemasangan pohon imitasi itu tanpa ada koordinasi dengan pihaknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.