Sandiaga Uno Sindir Kritik Pohon Imitasi Koalisi Pejalan Kaki

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejalan kaki melintasi pohon imitasi di trotoar Jalan MH Thamrin, Jakarta. Facebook Koalisi Pejalan Kaki

    Pejalan kaki melintasi pohon imitasi di trotoar Jalan MH Thamrin, Jakarta. Facebook Koalisi Pejalan Kaki

    TEMPO,CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengucapkan terima kasih kepada Koalisi Pejalan Kaki atas kritik tentang pemasangan pohon imitasi di beberapa lokasi. Namun, dia berharap kritik itu disampaikan sejak tahun lalu.

    "Masukan Koalisi Pejalan Kaki kami harapkan di 2017, waktu itu (pada 2017 pohon imitasi) dipasang di titik yang sama," kata Sandiaga di Pasar Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu, 2 Juni 2018. "Tapi, ya sudah, ini menjadi catatan kami."

    Menurut Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat Iswandi, pohon imitasi tersebut sudah pernah dipasang pada saat perataan Malam Tahun Baru 2017.

    Sandiaga Uno menuturkan, 48 pohon imitasi dengan biaya pengadaan berkisar Rp 300 juta. Pohon-pohon imitasi itu akan kembali dipasang di lokasi yang disarankan oleh warga DKI Jakarta. "Nanti kami launching di (website) Jakarta BERiDE."

    Sandiaga pun membantah kabar bahwa biaya pengadaan dekorasi dan 48 pohon palsu tadi Rp 8,104 miliar oleh PT Cahaya Perisai Afiyah. "Pohon imitasi dari gudang Suku Dinas Dinas Perindustrian dan Energi, bukan beli baru," ujarnya.

    Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat memasang sejumlah pohon imitasi di trotoar Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan MH Thamrin. Namun, hanya bertahan tiga hari karena buru-buru dicabut oleh Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta dengan alasan mengganggu pejalan kaki.

    Pencopotan itu buntut kritik masyarakat dan Koalisi Pejalan Kaki. Koordinator koalisi, Alfred Sitorus menilai pohon plastik yang dipasangi lampu-lampu itu justru mempersempit trotoar.

    Menurut Gubernur DKI Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat tidak berkoordinasi dengan mereka ketika memasang pohon imitasi. Keduanya menyangkal terlibat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.