Polda: Tiga Simpang Mampang Prapatan Ditutup Bertahap

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat mengangkut beton setelah dibongkar paksa oleh warga di simpang Mampang Prapatan, Jakarta, 20 Mei 2018. Uji Coba penutupan tiga simpang Mampang Prapatan yang diberlakukan sejak Jumat Malam, 18 Mei 2018 harus dihentikan karena menuai protes dan pembongkaran paksa oleh warga. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat mengangkut beton setelah dibongkar paksa oleh warga di simpang Mampang Prapatan, Jakarta, 20 Mei 2018. Uji Coba penutupan tiga simpang Mampang Prapatan yang diberlakukan sejak Jumat Malam, 18 Mei 2018 harus dihentikan karena menuai protes dan pembongkaran paksa oleh warga. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf mengatakan tiga simpang Mampang Prapatan bakal ditutup secara bertahap. Ketiganya adalah simpang di Jalan Mampang Prapatan 7-8, Jalan Duren Tiga Raya, dan Jalan Duren Bangka.

    "Sekarang masih tahap sosialisasi. Jadi sekarang sosialisasi yang melibatkan lurah dan camat, serta perwakilan masyarakat," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Komisaris Besar Yusuf di Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2018.

    Dinas Perhubungan DKI telah menutup tiga simpang Mampang Prapatan pada Jumat malam, tiga pekan lalu. Sehari setelah persimpangan ditutup, pembatas jalan yang dipakai memblokade simpang di Jalan Duren Tiga Raya dibongkar paksa oleh warga setempat. Warga memprotes penutupan karena membuat mereka harus berputar jauh.

    Menurut Yusuf, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan masyarakat terkait tujuan penutupan jalan tersebut. Menurut dia, penutupan bertujuan agar arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut menjadi lancar setelah ada underpass Mampang-Kuningan.

    Yusuf mengatakan jika sosialisasi dirasakan telah cukup, maka jalan tersebut bakal ditutup bertahap. Pertama Dirlantas bakal memasang traffick cone, setelah itu baru dipasang water barrier.

    "Jika warga sudah tahu, baru ditutup permanen dengan beton. Targetnya warga paham dulu tujuan kami menutup simpang Mampang Prapatan itu," ucap Yusuf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.