Sandiaga Cari Pelaku Vandalisme Underpass Saat SOTR ke Sekolah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara melintasi coretan-coretan di tembok Underpass Mampang-Kuningan, Jakarta, Ahad, 3 Juni 2018. Underpas ini menjadi sasaran iseng sekelompok orang setelah diresmikan dua bulan lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pengendara melintasi coretan-coretan di tembok Underpass Mampang-Kuningan, Jakarta, Ahad, 3 Juni 2018. Underpas ini menjadi sasaran iseng sekelompok orang setelah diresmikan dua bulan lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mencari pelaku vandalisme di Underpass Mampang dan Underpass sahur on the road (SOTR).

    Identitas asal sekolah para pelajar yang diduga melakukan aksi corat-coret dinding underpass itu diketahui dari aksi vandalisme mereka.

    Baca: Polisi Buru Pencuri Tutup Got Underpass Mampang-Kuningan

    "Pintarnya teman-teman menuliskan nama sekolahnya. Jadi kami akan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah tersebut," kata Sandiaga di Balai Kota, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

    Pada Ahad dinihari, sejumlah fasilitas publik menjadi korban aksi vandalisme para peserta SOTR, salah satunya adalah underpass Mampang-Kuningan. Di tembok underpass tersebut, terlihat coretan bertuliskan "SOTR Laoet KR," Serta "BOEDOET."

    "You can run, but you can't hide," ujar Sandiaga.

    Baca: Cegah Tawuran Sahur On The Road, Begini Anies Koordinasi Polisi

    Sandiaga menjelaskan, koordinasi dengan sekolah itu juga bertujuan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi.

    Para pelaku aksi vandalisme ini bakal dikenakan hukuman yang sepadan. Misalnya, pelaku harus membersihkan ulang fasilitas publik yang telah mereka corat-coret.

    "Kalau mereka mengakui kesalahannya, diberikan hukuman yang sepadan. Karena ini kan anak-anak muda," ucap Sandiaga Uno.

    Baca: Sandiaga Uno Sebut Biadab Maling di Underpass Mampang-Kuningan

    Untuk membersihkan corat-coret itu, petugas Prasarana Dan Sarana Umum (PPSU) telah dikerahkan pada Ahad, 3 Juni 2018.

    Terkait kegiatan SOTR, Sandiaga Uno secara tegas mengatakan tidak pernah mengizinkan ataupun menganjurkannya. Soalnya, menurut dia, kegiatan itu justru menimbulkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan, misalnya aksi vandalisme dan tawuran seperti yang terjadi di underpass Mampang. "Kami akan mengganti SOTR dengan sahur in the masjid (SITM)," tutur Sandiaga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.