Sandiaga Imbau Masyarakat Tak Beri Uang Manusia Gerobak, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemis di Jalan Penjernihan Tanah Abang, Jakarta.  TEMPO/Arnold Simanjuntak

    Pengemis di Jalan Penjernihan Tanah Abang, Jakarta. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang kepada manusia gerobak dan pengemis. Imbauan itu disampaikan untuk mencegah semakin banyak manusia gerobak yang masuk ke Jakarta.

    "Karena kalau mereka diberikan zakat langsung, akhirnya makin banyak yang datang ke Jakarta," ujar Sandiaga Uno di Balai Kota, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

    Baca: Cerita Sandiaga Uno Buntuti Pengemis yang Naik Toyota Fortuner

    Sandiaga pun meminta masyarakat menyalurkan sumbangannya melalui lembaga zakat pemerintah yang resmi.

    Dengan begitu, Sandiaga Uno yakin uangnya dapat disalurkan untuk meningkatkan taraf hidup para manusia gerobak dan mencegah migrasi besar-besaran manusia gerobak serta pengemis musiman ke Jakarta.

    "Karena secara tradisi, di Jakarta kota suka membagi-bagi uang (menjelang lebaran)," tutur dia.

    Baca: Sandiaga Uno Klaim Tak Ada Lagi Manusia Gerobak di Jakarta

    Terkait keberadaan manusia gerobak dan peminta-minta, Sandiaga menyebut telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Jakarta. Wagub DKI minta agar mereka dapat ditampung.

    Sandiaga Uno mengatakan tidak ada lagi alasan untuk tidak menampung para pengemis musiman  dan gelandangan.

    Baca: Depok Razia PKL dan Pengemis di Margonda, di Stasiun Dibiarkan

    Ketersediaan pangan murah serta program sosial yang digagas Pemerintah Provinsi Jakarta telah mencukupi untuk menampung para manusia gerobak dan pengemis yang masuk Jakarta menjelang Lebaran. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.