Jumat, 16 November 2018

Sandiaga Uno Sebut 30 Masjid di Jakarta Sebarkan Radikalisme

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengunjungi warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa, 5 Juni 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengunjungi warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa, 5 Juni 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan telah memiliki data 30 masjid yang terindikasi menyuburkan paham radikalisme di Jakarta. Data-data masjid itu sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. "Kami punya datanya di Biro Dikmental (Pendidikan Mental)," kata Sandiaga di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Selasa, 5 Juni 2018.

    Sandiaga tidak bersedia menyebut masjid-masjid tersebut. Namun pemerintah sudah mengambil langkah-langkah untuk mendorong pengelola masjid menggelar kegiatan positif. Bahkan ia turun langsung untuk melakukan pembinaan di masjid-masjid itu.

    Menurut Sandiaga, pembinaan yang ia lakukan menyangkut pemberdayaan dan membangkitkan perekonomian di masjid. "Sebab salah satu masalah radikalisme adalah ketidakadilan dan paham believe (kepercayaan) yang terus dimasukan ke anak muda," ujarnya. "Sehingga generasi penerus mengambil jalan pintas (melakukan teror)."

    Untuk menangkal paham radikalisme itu, kata Sandiaga Uno, tidak ada cara lain selain menanamkan pendidikan kebangsaan yang baik. Selain itu perlu juga memberi kesempatan kepada pemuda untuk menjadi pengusaha. "Kami sudah gerakkan melalui program Oke Oce." (*)

    Lihat juga video: Punya Pekerjaan Mapan, Anak Muda Ini Banting Setir Bikin Startup. Hasilnya Malah Bernilai Triliunan Rupiah.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.