3.910 Fasilitas Kesehatan Disiapkan di Jalur Mudik 2018

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Nina Moeloek memberi penjelasan terkait arus balik pemudik di  Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 30 Juni 2017. Menteri Perhubungan, Kapolri, dan Gubernur Jawa Barat juga ikut meninjau penanganan arus balik di jalur selatan Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    Menteri Kesehatan Nina Moeloek memberi penjelasan terkait arus balik pemudik di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 30 Juni 2017. Menteri Perhubungan, Kapolri, dan Gubernur Jawa Barat juga ikut meninjau penanganan arus balik di jalur selatan Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek telah menyiapkan 3.910 fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) untuk arus mudik Lebaran 2018. Fasyangkes itu terdiri dari Pos Kesehatan sebanyak 923 unit, Puskesmas 2.231, Rumah Sakit 375, Kantor Kesehatan Pelabuhan 207 dan Public Safety Center 174 unit.

    “Jumlah Faskes dan Poskes tahun 2018 bertambah sebanyak 84 unit dari tahun 2017 yang hanya berjumlah 3.826 unit,” ujar Nila saat mengecek persiapan fasilitas kesehatan di Terminal Kampung Rambutan, Selasa, 5 Juni 2018.

    Baca: Polda Metro Jaya Bikin Operasi Kemanusiaan Mudik, Ada 143 Pos

     
    Disediakan juga public service centre di nomor 119. Pelayanan ini siaga 24 jam sehingga masyarakat bisa menghubungi dan melaporkan kalau ada kejadian yang butuh penanganan medis. 
     
    “Seumpama ada kejadian di Klaten, nanti kami hubungi Klaten untuk mengirimkan ambulans dan tenaga medis.”
     
    Menurut Nila, kecelakaan selama arus mudik kebanyakan terjadi jalan non tol. Biasanya pemudik sudah merasa aman begitu keluar tol sehingga menambah kecepatan kendaraan. 

    Baca: Mudik Bakal Macet di Tol Cikunir, Begini Rencana Penanganannya

     
    Kecelakaan tertinggi pada arus mudik umumnya dialami pemudik yang menggunakan sepeda motor. "Kalau bisa saya imbau motor ditinggal, kita mudik naik angkutan umum lah. Demi keselamatan kita dan keluarga,” kata Nila.
     
    Untuk angkutan umum, kata Nila, dilakukan pemeriksaan kesehatan kepada para sopir bus jarak jauh. Pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah dan kadar gula darah.

    “Para sopir angkutan juga disarankan untuk tidak konsumsi zat adiktif yang membahayakan,” ucapnya.

    Baca: Mudik 2018, Dinkes Temukan Penyebab Masalah Kesehatan Sopir Bus

     
    Pemeriksaan kesehatan pada arus mudik 2018 dilakukan sejak titik keberangkatan. Pemantauan kesehatan juga dilakukan di rest area. “Imbauan untuk sopir setiap 4 jam untuk beristirahat,” kata Menteri Kesehatan.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.