Mudik Lebaran, Polisi Ingatkan Kejahatan Hipnotis dan Copet

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemudik menunggu jadwal keberangkatan bus di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu, 2 Juni 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Para pemudik menunggu jadwal keberangkatan bus di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu, 2 Juni 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi meminta masyarakat waspada terhadap sejumlah kejahatan jalanan yang berpotensi menimpa warga yang melakukan mudik Lebaran 2018.  

    "Hati-hati terhadap kejahatan hipnotis dan pencopetan yang berpotensi meningkat," kata juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu, 6 Juni 2018.

    Baca juga: Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik Terjadi pada 8-9 Juni 2018

    Selain itu, untuk menghindari kejahatan, pemudik jangan mudah percaya terhadap orang yang tidak dikenal. Apalagi orang tersebut menawarkan makanan atau minuman secara langsung kepada pemudik.

    "Lebih baik ditolak. Pemudik lebih baik membawa makanan dan minum sendiri," ucapnya.

    Argo mengatakan pemudik juga diimbau menghindari ajakan atau pemberian barang dari orang lain. Sebab, hal itu bisa menjadi modus kejahatan.

    "Seandainya tidak tahu arah pun lebih baik tanya polisi atau petugas pengamanan," ujar Argo.

    Selanjutnya, kata Argo, pemudik mesti menghindari penggunaan perhiasan mencolok. Selain itu, pemudik jangan menggunakan pakaian yang mengundang syahwat.

    "Pakaian ketat atau apa gitu," tuturnya.

    Jika pemudik membawa anak, mesti diawasi, jangan sampai tertinggal atau terlepas dari jangkauan orang tuanya. Argo memperkirakan kepadatan pemudik mulai terlihat pada 8, 9, dan 10 Juni mendatang.

    "Akhir pekan ini sudah mulai terlihat peningkatan jumlah pemudik," ujar Argo mengingatkan warga yang akan melakukan mudik Lebaran 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.