Dikejar Target, Sky Bridge Tanah Abang Pakai Dana Talangan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satpol PP berjaga di kawasan Jalan Jatibaru Raya depan Stasiun Tanah Abang, Selasa, 23 Januari 2018. TEMPO/Caesar Akbar

    Petugas Satpol PP berjaga di kawasan Jalan Jatibaru Raya depan Stasiun Tanah Abang, Selasa, 23 Januari 2018. TEMPO/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Dana APBD untuk pembangunan sky bridge Tanah Abang belum cair, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan pakai dana talangan. Sky bridge itu akan digunakan untuk menampung PKL yang saat ini berjualan di Jalan Jatibaru Raya.

    PD Pembangunan Sarana Jaya diinstruksikan oleh Pemprov untuk menalangi dana pembangunan terlebih dahulu.

    “Totalnya lagi difinalisasi dalam bentuk lelang, tetapi perkiraannya Rp25 miliar-Rp30 miliar bisa digunakan dari dana internal PD Sarana Jaya,” ujar Wagub Sandiaga Uno di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu 6 Juni 2018.

    Baca: Begini Pandangan PT KAI Tentang Sky Bridge Tanah Abang

    Saat ini BUMD tersebut tengah melaksanakan lelang guna mencari kontraktor. “Pemenangnya akan diumumkan setelah lebaran,” kata Sandiaga Uno.

    Wagub mengharapkan setelah Idulfitri pengerjaan sky bridge Tanah Abang sudah dapat dimulai pembangunannya.

    Pembangunan sky bridge akan membuat mobilitas antara penggunaan kendaraan dan pengguna kereta akan terkoneksi satu sama lain.

    Baca: Proyek Sky Bridge Tanah Abang Rp 50 Miliar Dikebut

    Dengan adanya proyek pembangunan sky bridge Tanah Abang ini, Pemprov dan pihak Kepolisian sudah berkoordinasi untuk menutup Jalan Jatibaru Raya selama masa pengerjaan.

    Pemprov DKI harus segera menyelesaikan sky bridge Tanah Abang untuk memenuhi rekomendasi Ombudsman dan Polda Metro Jaya agar Jalan Jatibaru Raya dibuka kembali. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf mengatakan fungsi jalan tidak bisa diubah-ubah dan tak bisa diganggu gugat. 

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.