Alasan Anies Lantik Dzikran Jadi Kepala Unit Rumah DP Nol Rupiah

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster rumah DP nol Rupiah di kawasan Rorotan, Cilincing, Jakarta, 28 Februari 2018. Rumah yang ditawarkan oleh PT Nusa Kirana akan memiliki luas bangunan 27 meter persegi dan luas tanah 45 meter persegi. TEMPO/Tony Hartawan

    Poster rumah DP nol Rupiah di kawasan Rorotan, Cilincing, Jakarta, 28 Februari 2018. Rumah yang ditawarkan oleh PT Nusa Kirana akan memiliki luas bangunan 27 meter persegi dan luas tanah 45 meter persegi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik Dzikran Kurniawan sebagai Kepala Unit Fasilitasi Pemilikan Rumah Sejahtera Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi DKI Jakarta. Dzikran Kurniawan bakal memimpin pelaksanaan program rumah DP 0 rupiah.

    Anies Baswedan mengatakan, proses pemilihan Dzikran dilakukan dengan menjaring pendapat banyak pihak. Setelah menerima rekomendasi sejumlah nama, Dzikran dipilih karena kesesuaian latar belakang karier.

    Baca : Masa Depan Reklamasi, Anies Baswedan Akan Patuhi Perpres 52

    "Beliau ada seorang yang punya kompetensi, pengalaman di bidang kebijakan rumah sampai juga implementasi, itu sebabnya kita percayakan," kata Anies Baswedan usai melantik Dzikran Kurniawan di Balai Kota, Jumat, 8 Juni 2018

    Dzikran Kurniawan pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR. Dzikran Kurniawan, lanjut Anies Baswedan, juga pernah bekerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Turut hadir dalam pelantikan, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Sambil mengucapkan selamat, Sandiaga Uno juga memberikan sedikit peringatan kepada Dzikran Kurniawan.

    "Tadi saya sampaikan ini program yang paling menyedot perhatian publik," kata Sandiaga Uno.

    Dalam kesempatan itu, Dzikran Kurniawan mengakui bahwa ekspektasi publik dari program tersebut sangat tinggi. Dia mengharapkan dukungan dari pimpinan pemerintahan DKI dan juga masyarakat.

    Mengenai tim dan skema kerja pembiayaan program andalan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat Pilkada DKI 2017 lalu, Dzikran Kurniawan belum bisa menjabarkan karena masih dalam penyusunan. "Nanti sistemnya kemungkinan bakal ada segmentasi," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.