Mudik Lebaran 2018: Begini Polisi Antisipasi Copet dan Pemalakan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pencurian. Shutterstock

    Ilustrasi pencurian. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kepolisian akan menurunkan personel di titik-titik rawan untuk mencegah pencopetan dan pemalakan selama mudik Lebaran 2018.

    "Jalan-jalan yang dirasa banyak kemacetan dan kerumunan dibuatkan pos di situ," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Jumat, 8 Juni 2018.

    Polisi, menurut Argo, akan patroli di terminal, stasiun, pelabuhan udara dan laut, serta peristirahatan (rest area) jalan tol. Personil tak berseragam dikerahkan di rest area jalan tol.

    Aparat akan mengecek apakah semua penumpang tertidur saat mobil singgah di rest area. Argo mengimbau pemudik tidak semua tidur bersamaan untuk menjaga barang bawaan.

    Penjagaan ini masuk dalam Operasi Kemanusiaan 2018 yang dimulai pada Jumat, 7 Juni 2018, sebagai bagian dari Operasi Ketupat Jaya 2018.

    Sasaran Operasi Kemanusiaan adalah kegiatan mudik menggunakan semua moda transportasi, dari sepeda motor, mobil, kereta api, pesawat, hingga kapal laut. Menurut Argo, selama operasi ini disiapkan 143 pos pelayanan dan pengamanan serta 5.200 personel polisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.