Mudik Gratis, Sandiaga Uno: Pemudik Cek Kesehatan Supaya Lancar

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melepas keberangkatan peserta mudik gratis dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Polda Metro Jaya, Sabtu, 9 Juni 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melepas keberangkatan peserta mudik gratis dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Polda Metro Jaya, Sabtu, 9 Juni 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melepas keberangkatan 5.000 peserta mudik gratis yang diselenggarakan Badan Peserta Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Kepolisian Daerah Metro Jaya, Sabtu, 9 Juni 2018. "Saya berharap setiap tahun terus ditingkatkan jumlah peserta mudik gratisnya," kata Sandiaga Uno.

    Sandiaga Uno menyarankan setiap pemudik diperiksa kesehatannya sebelum berangkat. Tujuannya, ucap dia, rencana pemudik yang ingin bersilaturahmi ke kampung halamannya tidak ada kendala.

    "Jangan hanya pengemudinya yang diperiksa kesehatan. Saya minta pemudiknya juga dicek kesehatannya agar silaturahminya lancar," ucap Sandiaga Uno.

    Sandiaga Uno menuturkan pemudik bisa melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di setiap kecamatan yang ada di DKI. "Keselamatan yang utama. Tetap jaga kesehatan," ucap Sandiaga Uno.

    Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Achmad Hafiz mengatakan pemudik yang berangkat adalah peserta BPJS Ketenagakerjaan. Tahun ini, ujar dia, BPJS memberangkatkan 10 ribu pemudik yang tersebar di tiga wilayah.

    Jakarta, tutur dia, mendapatkan kuota 5.000 pemudik. “Sedangkan sisanya pemudik di Kota Bandung, Jawa Barat, dan Serang, Banten, kami sediakan 125 armada bus untuk mudik Lebaran tahun ini," ujar Achmad.

    Ia menuturkan jumlah pemudik tahun ini mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat daripada tahun sebelumnya untuk wilayah DKI. Satu peserta BPJS Ketenagakerjaan, kata dia, bisa membawa tiga orang lain untuk mengikuti mudik gratis ini. "Mudik gratis ini juga untuk mencegah tingkat kecelakaan pemudik," kata Achmad.

    Peserta mudik, Suharto, 50 tahun, mudik bersama istri dan dua anaknya. Suharto mudik dengan tujuan Lampung. Menurut dia, mudik gratis ini sangat membantu menghemat uangnya.

    Ia mengaku hanya menyerahkan fotokopi BPJS Ketenagakerjaan untuk mendaftar mudik gratis. "Kalau mudik pakai uang sendiri, seorang bisa habis Rp 250 ribu," ucap Suharto.

    Pemudik lain, Endang Sistari, 40 tahun, pun membawa tiga orang lain dalam keluarganya untuk mengikuti mudik gratis ini. "Saya daftar pertengahan Ramadan, hanya dengan KTP dan kartu keluarga," ujarnya.

    Ia menuturkan mudik gratis ini bisa menghemat pengeluarannya hingga Rp 1,4 juta. Biasanya, Endang mudik dengan uang sendiri yang menghabiskan Rp 350 ribu per orang dengan tujuan Solo, Jawa Tengah. "Saya baru pertama kali. Cukup membantu," kata Endang, yang dilepas Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.