Mudik Gratis Dishub Bekasi, 49 Bus Antar Pemudik ke Jawa Tengah

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Mudik Gratis. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Ilustrasi Mudik Gratis. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Bekasi - Sebanyak 2.420 orang mengikuti mudik gratis yang diselenggarakan Dinas Perhubungan Jawa Barat dan Kota Bekasi, Sabtu, 9 Juni 2018. Sebanyak 49 bus mengantarkan pemudik ke Jawa Tengah dan Yogyakarta.

    Kepala UPTD LLAJ Wilayah III Dishub Jawa Barat, M. Abdul Hamzah mengatakan, dalam kegiatan ini sepeda motor milik pemudik juga ikut diangkut. "Untuk sepeda motor dibawa menggunakan truk, sedangkan pemiliknya naik bus," kata Hamzah ketika melepas mudik gratis di kawasan Summarecon Bekasi.

    Hamzah mengatakan, bus dibagi menjadi dua tujuan yaitu tujuan akhir Solo via Semarang dan Yogyakarta via Purwokerto. Artinya, pemudik yang hendak pulang kampung bisa ikut tanpa harus sampai dengan tujuan akhir. "Selama rumahnya dilintasi, mereka bisa ikut, syaratnya hanya mendaftar pakai KTP," kata dia.

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan, masyarakat menyambut program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah. Sebab, masyarakat kini semakin sadar bahwa mudik menggunakan sepeda motor sangat berisiko di jalan. "Kami berharap tahun depan bisa lebih banyak lagi armadanya," kata dia.

    Yayan instasi swasta ikut menggelar kegiatan serupa tahun depan. Menurut dia, mudik menggunakan bus untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. "Pagi tadi dari BPJS Ketenagakerjaan menggelar mudik gratis, kami sangat apresiasi," kata dia.

    Berdasarkan pengamatan Tempo, ribuan penumpang yang ikut mudik gratis sudah memenuhi lokasi pemberangkatan dari sekitar pukul 13.00 WIB. Sebanyak 49 bus itu diberangkatkan secara bersamaan sekitar pukul 15.00 WIB dari kawasan Summarecon Bekasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.