Cerita Asyiknya Berkendara Bajaj di Arus Mudik Lebaran 2018

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemudik yang menggunakan bajaj melintasi Karawang, Jawa Barat, Ahad, 10 Juni 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah pemudik yang menggunakan bajaj melintasi Karawang, Jawa Barat, Ahad, 10 Juni 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Bekasi - Iring-iringan roda tiga bajaj, dalam arus mudik Lebaran 2018, tampak melintasi sejumlah ruas jalan arteri Kota Bekasi, Jawa Barat, menuju jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa, pada Sabtu malam, 9 Juni 2018.

    "Bajaj ini memang rutin melintas secara bergerombol setiap musim mudik, termasuk mudik Lebaran 2018. Bahkan sejak kemarin malam hingga malam ini mereka tampak melintasi Kota Bekasi," kata Pelaksana Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi Aryo W., di Bekasi.

    Menurut dia, bajaj tersebut melakukan perjalanan mudik secara bergerombol dengan sejumlah muatan barang-barang rumah tangga seperti kasur, televisi, dispenser, dan lainnya.

    Baca: Arus Mudik Lebaran 2018, 109 Ribu Lebih Mobil Tinggalkan Jakarta

    Biasanya, kata dia, pemudik bajaj itu berangkat pada sore hari hingga tengah malam melintasi koridor Jalan KH Noer Alie Kalimalang-M. Hasibuan-Chairil Anwar dan Ir H Djuanda, Bekasi Timur.

    Salah satu pemudik bajaj di Jalan M. Hasibuan, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu malam, mengaku membawa serta keluarganya mudik dari Jakarta Timur menuju Kota Solo.

    "Lebih irit dan nyaman pakai bajaj, paling habis uang bahan bakar sampai ke Solo Rp 180 ribu untuk perginya saja," kata pengendara bajaj, Munawar, 42 tahun, di Bekasi, Sabtu malam, 9 Juni 2018.

    Biasanya, bajaj melakukan empat hingga lima kali pengisian bahan bakar untuk sampai di Solo dengan waktu tempuh satu hari penuh. "Paling saya istirahat sekenanya saja, kalau capek ya cari tempat, biasanya di warung kaki lima atau SPBU," tutur Munawar.

    Dikatakan Munawar, pergi mudik naik bajaj lebih irit biaya bila dibanding naik bus umum yang tarifnya saat ini berkisar Rp 400 ribu per penumpang. "Kebetulan bajaj ini milik bos, saya dipinjamkan dulu untuk mudik," katanya dengan nada senang.

    Simak juga: Cuaca Saat Arus Mudik Lebaran 2018, BMKG: Jakarta Hujan Ringan

    Mengendarai bajaj juga dirasakan Munawar dan keluarga lebih aman daripada sepeda motor karena alur berkendaranya mengikuti antrean mobil atau bus.

    "Yang bahaya kalau naik motor itu, kan kalau nyalip di lokasi terlarang dan bawaannya pengen cepat-cepat sampai kampung," katanya.

    Munawar mengaku berangkat seorang diri dari Jakarta karena rekan seprofesinya baru akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2018 pada Senin malam, 11 Juni 2018. "Kalau teman-teman saya jumlahnya bisa enam sampai sembilan bajaj dari Jakarta. Mereka berangkat barengan. Ada yang ke Cirebon, Brebes, dan lainnya," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.