Jumat, 17 Agustus 2018

Mudik Lebaran 2018, Anies Baswedan Tak Melarang Warga Desa ke DKI

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (dua dari kiri) berfoto bersama pemudik di dalam gerbong kereta api saat meninjau arus mudik Lebaran di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Ahad, 10 Juni 2018. Arus mudik dengan kereta sudah mengalami peningkatan sejak Jumat lalu. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (dua dari kiri) berfoto bersama pemudik di dalam gerbong kereta api saat meninjau arus mudik Lebaran di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Ahad, 10 Juni 2018. Arus mudik dengan kereta sudah mengalami peningkatan sejak Jumat lalu. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak melarang masyarakat dari desa berbondong ke DKI Jakarta setelah mudik Lebaran 2018. Asal, mereka memenuhi tanggung jawab sebagai warga negara dengan melapor 1 x 24 jam ke ketua rukun tetangga atau rukun warga setempat.

    "Jakarta bukan negara sendiri, bagian dari Indonesia. Setiap warga negara memperoleh kesempatan untuk bekerja," kata Anies Baswedan saat ditemui di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Ahad, 10 Juni 2018.

    Baca: Mudik Lebaran 2018, Polisi-TNI Tambah Patroli Rumah-rumah Kosong

    Anies Baswedan menjelaskan, kedatangan mereka harus disertai pencatatan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Namun Anies berharap pola pikir masyarakat urban tidak melulu menjadikan Jakarta sebagai lahan mencari pekerjaan.

    Sebab, saat ini, pembangunan infrastruktur sudah berkembang di beberapa daerah. Jadi, banyak daerah yang sudah mengalami kemajuan dan membuka lapangan pekerjaan.

    Anies Baswedan menuturkan akan menyiapkan tim dari Dinas Dukcapil dan Dinas Perhubungan yang memantau masalah kependudukan di Jakarta setelah mudik Lebaran 2018. "Kita semua tidak bisa menghalangi orang datang ke tempat tertentu. Jakarta itu bukan negara," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kabinet Kerja Jokowi, 6 Menteri Nyaleg, 1 Mundur

    Asman Abnur dari PAN dan enam menteri Kabinet Kerja Jokowi mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif sejak KPU membuka pendaftaran.