Harga Daging Naik, Sandiaga Uno: Masih Dalam Batas Toleransi

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melihat daging yang dijual saat meninjau Pasar Senen Blok 3, Jakarta, Senin, 11 Juni 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melihat daging yang dijual saat meninjau Pasar Senen Blok 3, Jakarta, Senin, 11 Juni 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengunjungi Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin, 11 Juni 2018, untuk mengecek harga dan stok pangan menjelang Lebaran. Di sana Sandiaga mendapati harga daging sapi mengalami kenaikan.

    "Daging sedikit meningkat tapi masih dalam batas toleransi,” katanya. Kenaikan tersebut, kata Sandiaga, berkisar di bawah 10 persen atau rata-rata lima persen. “Secara umum ini lebih baik dari tahun lalu, harga-harga gejolaknya lebih baik dari tahun lalu."

    Baca: Sandiaga Uno Janji Harga Daging di DKI Rp 100 Ribu Selama Ramadan

    Kepada Sandiaga, seorang pedagang mengatakan harga daging saat ini Rp 125 ribu per kilogram. "Stabil atau naik?" kata Sandiaga bertanya kepada pedagang tersebut. "Naik sedikit, Pak," kata pedagang itu menjawab pertanyaan Sandi.

    Sandiaga mengatakan, kenaikan harga daging menjelang Lebaran sudah dianggap hal yang lumrah. Padahal saat ini stok daging terbilang cukup sehingga seharusnya pedagang tidak perlu menaikkan harga. "Rata-rata pedagang kalau saya tanya, kok tinggi jualnya, iya pak, setahun sekali," kata Sandiaga.

    Sandiaga menilai menaikan harga daging menjelang Lebaran ini tidak boleh menjadi kebiasaan. Karena selain stok tercukupi, distribusi daging juga berjalan lancar dan terbuka untuk menjaga kestabilan harga."Ini yang kita ingin ubah perilaku dari pedagang dan pembeli," kata Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.