Kondisi Terakhir Dua Polisi Korban Pengeroyokan di Cijantung

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pengeroyokan. huffingtonpost.com

    Ilustrasi Pengeroyokan. huffingtonpost.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, kondisi dua polisi korban pengeroyokan di Cijantung sudah membaik. Dia tak merinci seperti apa luka yang dialami dua polisi tersebut.

    "Yang tahu dokter," kata Argo saat dihubungi Tempo, Senin, 11 Juni 2018.

    Namun Argo menyatakan dua polisi korban pengeroyokan itu tidak perlu dirawat di rumah sakit. "Rawat jalan," ujarnya. 

    Baca: Pulang Patroli, 2 Polisi Jadi Korban Pengeroyokan di Cijantung 

    Dua anggota Direktorat Satuan Sabhara Polda Metro Jaya dilaporkan menjadi korban pengeroyokan  di belakang Mal Graha Cijantung, Jakarta Timur, pada Sabtu dini hari, 9 Juni 2018. Mereka adalah Brigadir Dua Bimo Yudho Prasetyo dan Brigadir Dua Feri Saputra.

    Menurut Argo, pengeroyokan itu terjadi ketika kedua korban baru selesai bertugas dan tengah berboncengan sepeda motor untuk pulang ke Cimanggis, Depok. Saat itu Bimo dan Feri berhenti di warung untuk membeli minuman.

    "Lalu muncul beberapa orang dan langsung mengeroyok mereka,” kata Argo.

    Dua polisi itu tidak menduga bakal mendapat serangan. Mereka mendapat pukulan bertubi-tubi hingga menderita luka di kepala.

    Berdasarkan keterangan korban, kata Argo, diduga para pengeroyok itu adalah anggota TNI. Keduanya pun telah menjalani visum di Rumah Sakit Polri Kramatjati.

    Kemarin Argo mengutarakan, polisi sedang mengusut pelaku pengeroyokan.

    Sebelumnya, Kepala Penerangan Kodam Jaya Letnan Kolonel Kristomei Sianturi mengakui ada kejadian itu.  

    "Informasi laporan dua polisi ke Pendam Jaya itu betul," kata Kepala Penerangan Kodam Jaya Letnan Kolonel Kristomei Sianturi saat dihubungi, Ahad, 10 Juni 2018.

    Baca: Pengeroyokan Dua Polisi di Cijantung, Ini Kata Denpom Jaya II

    TNI pun telah turun tangan untuk menindaklanjuti laporan tersebut. "Namun, kami akan selidiki apakah benar anggota TNI atau bukan," ujar Kristomel Sianturi.

    Menurut Kristomei, tidak bisa langsung menuduh pengeroyokan dua polisi itu, dilakukan oleh anggota TNI. Soalnya, siapa saja bisa melakukan pengeroyokan tersebut.

    Selain itu, menurut dia, bisa jadi ada orang yang ingin memperkeruh suasana dengan peristiwa pengeroyokan ini pasca kejadian penusukan dua anggota TNI di tempat Billiard Al Diablo di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Kota Depok, Kamis, 7 Juni 2018. Saat itu, tiga anggota Brigade Mobil menusuk Serda Nikolas Kegomoi dan Serda Darma Aji di tempat billiar tersebut, hingga menewaskan Darma.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.