Mobil Brigjen TNI Dilempar Batu di Jalan Tol

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaca mobil pecah karena terkena lemparan batu di Tol Cikampek. Foto/Facebook.com

    Kaca mobil pecah karena terkena lemparan batu di Tol Cikampek. Foto/Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobil Brigjen TNI Syafiul, Pembantu Deputi Dewan Pertahanan Nasional (Wantanas) dilempar batu di Jalan Tol Jagorawi pada Senin, 11 Juni 2018, sekitar pukul 03.00 WIB. Pelemparan itu terjadi di Jalan Tol Jagorawi KM 14, di bawah jembatan pintu keluar Jalan Tol Cibubur, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Depok.

    "Kejadian tersebut memang benar terjadi di wilayah hukum Polresta Depok," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Bintoro saat dihubungi Tempo, Selasa, 12 Juni 2018.

    Baca: Pelemparan Batu di Tol Jakarta-Cikampek, Begini Versi Jasa Marga

    Kejadian tersebut terjadi pada dinihari ketika mobil melintas di Jalan Tol Jagorawi KM 14. Menurut Bintoro, tiba-tiba ada yang melempar batu sebesar kepalan tangan orang dewasa. Batu mengenai kaca mobil depan.

    Akibat lemparan batu itu, kaca mobil Toyota Fortuner hitam milik korban retak. Kerugian ditaksir sekitar Rp 20 juta. 

    Baca: Jalan Tol Cikampek, Polres Bekasi Usut Lempar Batu Berujung Maut

    "Tidak ada luka. Mobilnya saja yang retak kaca depannya," ujar Bintoro.

    Setelah kejadian, polisi mengecek tempat kejadian perkara, membuat laporan polisi, dan mengambil gambar dokumentasi kejadian itu.

    Kasus pelemparan batu di jalan tol sebelumnya juga terjadi di Jalan Tol Cikampek. Pada Selasa pagi, 5 Juni 2018, sekitar pukul 04.00 WIB, seorang pengemudi tewas akibat mobilnya terkena lemparan batu. Korban bernama Saeful Mazazi, 43 tahun, warga asal Tegal, Jawa Tengah. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.