Selasa, 16 Oktober 2018

Mudik Lebaran, Arus Pemudik di Stasiun Gambir Masih Tinggi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemudik mengantre untuk pengecekan tiket di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Juni 2018. Senior Manager KAI DAOP 1 Jakarta Edy Kuswoyo memperkirakan jumlah pemudik 19.000-20.000 orang. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah pemudik mengantre untuk pengecekan tiket di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Juni 2018. Senior Manager KAI DAOP 1 Jakarta Edy Kuswoyo memperkirakan jumlah pemudik 19.000-20.000 orang. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Hingga H-2 mudik Lebaran 2018, jumlah penumpang kereta api dari Stasiun Gambir berada di kisaran 19.800 orang. Kepala Stasiun Gambir Rizki Afrida mengatakan, angka itu relatif sama dengan angka lima hari sebelumnya.

    "Kita flat aja, jadi sama 19.000 sampai 20.000 orang," kata Rizki di Stasiun Gambir, Rabu, 13 Juni 2018.

    Baca : Pelemparan Batu di Tol, Polisi Ungkap Motif Pelaku

    Melihat data Humas Stasiun Gambir pada pukul 09.00 pagi tadi, total jumlah penumpang kereta api baik reguler, tambahan dan prioritas sebanyak 19,814 orang. Sedangkan pukul 12.00, total jumlah penumpang naik sedikit menjadi 19,938 orang.

    Jumlah itu, kata Rizki masih memungkinkan untuk bertambah. Terlebih, lanjut Rizki, Stasiun Gambir masih menyediakan satu kereta tambahan lagi. "Yang jam 14.45 itu masih ada masih ada beberapa sheet yang kita keluarkan," kata dia.

    Melihat masih tingginya jumlah penumpang, Rizki tak dapat memastikan waktu puncak arus mudik di Stasiun Gambir. Namun, dia yakin bahwa jumlah penumpang sampai hari ini merupakan pemudik.

    Untuk arus balik, Rizki mengatakan puncaknya kemungkinan berada dua hari sebelum libur mudik Lebaran di perkantoran berakhir. Untuk antisipasi arus balik, Rizki berujar pihaknya juga akan menyediakan kereta tambahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.