Jumat, 17 Agustus 2018

H-3 Lebaran, Harga Daging di Jakarta Sampai Rp 150 Ribu per Kg

Reporter:
Editor:

Wahyu Dhyatmika

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Acoy, 38 tahun, pedagang daging sapi di Pasar PSPT Tebet, Jakarta Selatan sedang melayani pembeli pada Rabu, 13 Juni 2018. Tempo/Adam Prireza

    Acoy, 38 tahun, pedagang daging sapi di Pasar PSPT Tebet, Jakarta Selatan sedang melayani pembeli pada Rabu, 13 Juni 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga hari menjelang perayaan Lebaran 2018, harga daging sapi terus merangkak naik. Seolah sudah menjadi tradisi setiap kali Idul Fitri, saat warga hendak merayakan hari raya dengan ketupat dan opor serta rendang, harga daging selalu melonjak di atas kewajaran.

    Salah seorang pedagang daging di Pasar PSPT, Tebet, Jakarta Selatan, Acoy, 38 tahun, mengatakan hari ini dia sudah menjual daging sapi seharga Rp 150 ribu per kilogram (kg). "Harganya baru naik sejak tiga hari menjelang Lebaran aja ini," kata dia saat ditemui di Pasar PSPT, Rabu, 13 Juni 2018.

    BACA JUGA: Pemerintah Impor Daging Sapi dari India untuk Ramadan 2018

    Menurut Acoy, harga daging sapi sebelumnya stabil pada Rp 120 ribu per kg. Namun, sejak dua hari lalu, harga mulai naik menjadi Rp 140 ribu per kg dan mencapai Rp 150 ribu per kg pada hari ini. Ia pun mengatakan bahwa besok, atau H-1 Lebaran, ada kemungkinan harga daging akan naik lagi.

    Acoy mengaku tak sedikit pembeli yang mengeluhkan tingginya harga daging sapi. Tapi, ia tidak bisa berbuat apa-apa lantaran tempat dia membeli daging juga menaikkan harga. "Mau bagaimana lagi. Memang sudah dari sananya juga naik. Di sini (Pasar PSPT) rata semua harganya sama," ucap pria asli Pandeglang, Banten itu.

    BACA JUGA: Kementerian Perdagangan Jual Daging Sapi Rp 80 Ribu per kilogram untuk Ramadan

    Fakta tersebut bertentangan dengan janji Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Pada Sabtu, 28 April 2018 lalu, Sandiaga sempat menjamin harga daging akan stabil di bawah Rp 100 ribu. Ia pun menyebut pemerintah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mengamankan stok daging bagi masyarakat ibu kota. “Dijamin harga daging Rp 99.900 selama bulan suci Ramadan sampai Idul Fitri,” ujar Sandiaga.

    Menurut Sandiaga,  di NTT sudah lama dikembangbiakkan sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta. Sapi-sapi itu nantinya diangkut menggunakan kapal dalam kondisi hidup untuk selanjutnya dipotong di rumah pemotongan milik PD Dharma Jaya, sebuah unit usaha milik pemerintah DKI.

    BACA JUGA: Harga Daging Sapi di Jakarta Naik Menjelang Idul Fitri

    Setelah dipotong-potong, Sandiaga menjelaskan, warga bisa membeli daging segar ini di Supermarket Lulu atau melalui layanan belanja online di www.belidaging-dj.com. “Juga bisa beli lewat WhatsApp group dan instagram,” kata dia.“Untuk frozen kami juga akan pastikan pasokan aman sehingga cukup selama Ramadan,” kata Sandiaga.

    Sandiaga belum dapat dimintai komentar soal naiknya harga daging sapi di Tebet, Jakarta Selatan ini. 

    ADAM PRIREZA | IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kabinet Kerja Jokowi, 6 Menteri Nyaleg, 1 Mundur

    Asman Abnur dari PAN dan enam menteri Kabinet Kerja Jokowi mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif sejak KPU membuka pendaftaran.