Selasa, 16 Oktober 2018

Monas Ditutup pada Malam Takbiran, Ini Penjelasan Pengelola

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Kepolisian Republik Indonesia saat mengikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2018 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu, 6 Juni 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pasukan Kepolisian Republik Indonesia saat mengikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2018 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu, 6 Juni 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat yang ingin menggelar takbiran di Monumen Nasional (Monas) disarankan berpikir ulang. Sebab, pengelola Monas tidak bakal mengizinkan siapa pun menggelar kegiatan tersebut di sana.

    "Memang tidak boleh ada kegiatan takbiran di Monas,” kata Kepala Unit Pengelolaan Teknis Monas Munjirin, Kamis, 14 Juni 2018. “Dari tahun-tahun sebelumnya pun juga begitu."

    Munjirin menjelaskan, kawasan Monas sudah ditutup pada pukul 16.00. Jadi pada malam nanti kawasan tersebut akan steril dari aktivitas masyarakat. Ada 60 personel petugas keamanan yang berjaga. "Hari Lebaran, Monas akan buka kembali pukul 11.00-22.00," ujarnya.

    Berdasarkan pantauan Tempo, tidak banyak masyarakat yang berkunjung ke Monas pada siang ini. Arena Lenggang Jakarta, yang biasanya ramai, terlihat lengang. Sebagian kios di tempat itu juga tutup. "Biasa bakal ramai lagi dua hari setelah Lebaran," ujar Ade Wirawan, pedagang suvenir di sana.

    Sebelumnya, juru bicara Polda Metro Jaya, Raden Prabowo Argo Yuwono, menyatakan polisi petang ini menggelar apel pasukan pengamanan malam takbiran di halaman Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya. Apel ini untuk menunjukkan kesiapan polisi menjaga keamanan Ibu Kota.

    LANI DIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.