TNI AL Sebut Buaya di Pondok Dayung Hilang Setelah Ditembak

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor buaya air asin memakan ekor buaya kecil yang telah mati akibat pertarungan di kolam ikan lele di Rinyirru National Park, Australia, 26 Oktober 2015. REUTERS/Sandra Bell/Handout

    Seekor buaya air asin memakan ekor buaya kecil yang telah mati akibat pertarungan di kolam ikan lele di Rinyirru National Park, Australia, 26 Oktober 2015. REUTERS/Sandra Bell/Handout

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Penerangan Koarmada I Letnan Kolonel Laut Agung Nugroho mengatakan anggota Koarmada I telah menembak buaya yang muncul di perairan Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun belum diketahui apakah hewan itu mati atau tidak.  

    "Personel jaga menembak kepala buaya dengan senjata laras panjang," kata Agung dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 15 Juni 2018. Tembakan itu membuat hewan tersebut menghilang dari permukaan dan tidak muncul lagi. "Sampai saat ini personel jaga masih melaksanakan penyisiran untuk mengantisipasi  kemunculan buaya tersebut."

    Baca: Video Penampakan Buaya Viral, Pengelola Ancol Pasang Jaring

    Menurut Agung, buaya itu muncul pada 14 Juni 2018 petang. Karena khawatir membahayakan keselamatan masyarakat, petugas jaga terpaksa menembak hewan tersebut.

    Video munculnya buaya di perairan Pondok Dayung beredar di media sosial dan menjadi viral. Salah satu video menyebutkan buaya berada di kawasan pantai Ancol. Namun kabar itu dibantah oleh Corporate Communication Taman Impian Jaya Ancol Rika Lestari.

    Menurut Rika, lokasi munculnya buaya berjarak sekitar enam kilometer dari pantai Ancol. Sebagai langkah antisipasi, manajemen Ancol telah memasang jaring di beach pool (area pantai). Dengan jaring itu buaya tidak akan bisa masuk ke beach pool yang biasa dipenuhi pengunjung. Langkah ini sudah menjadi standard operating procedure (SOP). "Agar pengunjung nyaman," kata Rika.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.