Jumlah Pengunjung yang Naik ke Puncak Monas Dibatasi

Reporter:
Editor:

Gadi Makitan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung Monumen Nasional (Monas) menduduki wilayah rumput yang terdapat papan larangan, di Jakarta, 1 Desember 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Pengunjung Monumen Nasional (Monas) menduduki wilayah rumput yang terdapat papan larangan, di Jakarta, 1 Desember 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola Monumen Nasional (Monas) membatasi jumlah wisatawan yang bisa naik e puncak tugunya. Menurut Kepala Unit Pengelolaan Teknis Monas, Munjuirin, hanya 2.600 pengunjung yang diperbolehkan naik setiap harinya.

    "Jumlah pengunjung yang bisa naik ke atas per hari dibatasi karena keterbatasan kekuatan lift," tutur Munjirin saat dihubungi Tempo lewat telepon, Sabtu, 16 Juni 2018.

    Munjirin menjelaskan, pada jam 08.00-17.00, jumlah pengunjung yang dapat naik hingga ke puncak Monas dibatasi sebanyak dua ribu orang. Pada 18.30, yang dibolehkan enam ratus orang. "Sisanya silakan masuk ke cawan dan museum," kata dia.

    Hiburan lain yang bisa dinikamti para pengunjung adalah pertunjukan air mancur menari. Menurut Munjirin, biasanya pertunjukan itu akan ditampilkan pada hari Sabtu malam dan Minggu malam. Namun, selama masa libur lebaran, terhitung hari ini hingga 23 Juni 2018, pertunjukan air mancur akan dilakukan setiap hari.

    Pada hari Lebaran kemarin, Munjirin mengatakan sebanyak 53 ribu orang lebih wisatawan berkunjung ke Monas. Dari jumlah itu, sekitar 6 ribu orang masuk ke dalam tugu monas, sementara sisanya berkeliling di kawasan monumen itu.

    Munjirin menyebut jumlah itu hampir sama dengan tahun lalu, di mana pengunjung Monas pada hari-H Lebaran berkisar antara 58-60 ribu. Untuk hari kedua ini, Munjirin pun menyebut jumlahnya tidak akan jauh beda dengan tahun lalu. "Untuk gambaran tahun lalu itu sekitar 105 ribu lebih di hari kedua. Kemungkinan hampir sama," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.