Potensi Macet Arus Balik, Polisi Siapkan Dua Solusi di Pintu Tol

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial suasana kepadatan kendaraan yang menuju Gerbang Tol Cikarang Utama di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 9 Juni 2018. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) memperkirakan jumlah kendaraan yang akan melewati Pintu Tol Cikarang Utama pada arus mudik Sabtu ini lebih dari 100 ribu kendaraan. ANTARA

    Foto aerial suasana kepadatan kendaraan yang menuju Gerbang Tol Cikarang Utama di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 9 Juni 2018. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) memperkirakan jumlah kendaraan yang akan melewati Pintu Tol Cikarang Utama pada arus mudik Sabtu ini lebih dari 100 ribu kendaraan. ANTARA

     

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya telah membahas beberapa rencana untuk mengurai potensi kemacetan arus balik Lebaran di tol Cikarang Utama. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, akan ada penambahan tiga pintu tol Cikarang Utama.

    "Kalau antrean itu kita lihat, maka pintu tol Cikarang Utama yang hanya 27 pintu kita tambah 3 menjadi 30," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 18 Juni 2018.

    Baca juga: Arus Balik Mudik, Tol Cikampek Mulai Padat

    Rencana lain adalah memasang mesin isi ulang saldo e-toll di pintu tol Cikarang Utama. Menurut Argo, Polda Metro Jaya bersama dengan Jasa Marga telah menyiapkan 25 mesin pengisian saldo e-toll. 

    Argo tak menjawab apakah pengisian saldo e-toll di pintu tol Cikarang Utama akan menambah potensi kemacetan. Polisi akan melihat teknis penggunaan saat mesin pengisian saldo dioperasikan. Akan tetapi, pemasangan mesin ini dinilai memudahkan masyarakat.

    "Masyarakat yang kehabisan pulsa bisa memanfaatkannya," ujar Argo.

    Lebaran 2018 jatuh pada 15-16 Juni 2018. Pemerintah memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 18 dan 19 Juni 2018. Bahkan, arus balik mudik sudah terlihat di stasiun kereta api Pasar Senen dan Gambir, Jakarta Pusat pada H+2 lebaran hari pertama alias 17 Juni 2018.

    Senior Manager Corporate Communication Daerah Operasi 1 PT Kereta Api Indonesia, Edy Kuswoyo mengungkapkan, jumlah penumpang yang datang di Stasiun Pasar Senen pada H+2 sebanyak 20.763 orang. Jumlah ini masih lebih kecil daripada gelombang mudik di hari yang sama sebanyak 24.714 penumpang.

    Situasi serupa terjadi di Stasiun Gambir. Arus balik pada H+2 terdata 18.223 orang. Di stasiun ini, jumlah mereka yang kembali mulai mendominasi. Pada H+2 jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 17.769 orang.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.