Pencurian di Rumah Sandiaga Uno, Polisi Salah Dapat Informasi

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberikan sambutan saat kampanye stop bullying #jangandianggapremeh di CFD kawasan Bundaran HI, Jakarta, 13 Mei 2018.  Bullying dapat berpengaruh terhadap Psikologis korban. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberikan sambutan saat kampanye stop bullying #jangandianggapremeh di CFD kawasan Bundaran HI, Jakarta, 13 Mei 2018. Bullying dapat berpengaruh terhadap Psikologis korban. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Jakarta Selatan masih mencari pencuri telepon genggam milik tamu yang sedang menyambangi rumah dinas Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

    Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan, terduga pencuri yang kabur ke Jawa Tengah bukanlah pelaku.

    “Justru salah. Itu bukan pelakunya," kata Indra di kantor Polres Jakarta Selatan, Rabu, 20 Juni 2018.

    Baca juga: Viral Tol Jokowi, Sandiaga Uno Buka Suara Soal Saham Tol Cipali

    Pencurian itu terjadi saat Sandiaga Uno menggelar buka puasa bersama di rumah dinasnya, Jalan Denpasar, Menteng, Jakarta Pusat, pada 12 Juni 2018.

    Seorang tamu bernama Muhammad Nasih kehilangan telepon genggam iPhone 7S dan SIMcard saat menjalankan salat tarawih. Telepon genggam itu disimpan di saku belakang celananya.  

    Menurut Indra, nomor telepon genggam yang diterima polisi juga salah. Polres Jakarta Selatan mencoba menghubungi nomor tersebut. Namun, sambungan telepon ke nomor itu diangkat oleh Muhammad Nasih yang sedang bersama istrinya.

    "Kita deteksi ternyata nomor itu bukan yang hilang. Salah kasih informasi ke kita," ujar Indra.

    Indra meminta agar korban kooperatif. Sebab, hingga kini Polres Jakarta Selatan belum menerima laporan kehilangan dari korban. Polisi berinisiatif menyelisik pelaku pencurian di rumah dinas Sandiaga Uno, namun bergerak tanpa dasar aduan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.