Hari Pertama Usai Cuti Bersama Lebaran, Kantor Kelurahan Sepi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pegawai Pemprov DKI Jakarta mengantre saat halalbihalal pascalibur Lebaran di Balai Kota, Jakarta, Kamis, 21 Juni 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Puluhan pegawai Pemprov DKI Jakarta mengantre saat halalbihalal pascalibur Lebaran di Balai Kota, Jakarta, Kamis, 21 Juni 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta – Hari pertama usai cuti bersama lebaran 2018, Kamis 21 Juni 2018, sejumlah kantor instansi pemerintahan masih tampak sepi. Termasuk di Kantor Kelurahan Senayan, Jakarta Selatan.

    Seorang laki-laki berbaju oranye tampak sedang membersihkan lantai di kantor itu ketika Tempo datang sekitar pukul 09.30 WIB. Dia berkawan dengan segelintir lainnya di Ruang Pelayanan Terpadu.

    Baca juga:
    Pistol Tergeletak di Parkir Bandara, Polisi Cari Pemiliknya
    Korban Pengeroyokan Laporkan Anggota DPR ke Polres Jakarta Selatan

    Selebihnya sepi karena banyak ruang juga tampak kosong. Padahal jam kerja di tempat itu dari Pukul 07.30-16.00 WIB. “Ada empat staf PTSP. Sisanya, orang kelurahan sedang halal bihalal lebaran semua,” kata satu staf itu, Bintarto.

    Menurut Bintarto, empat petugas PTSP di kantor Kelurahan Senayan terdiri dari satu kepala unit, dua staf, dan satu staf pekerja harian lepas (PHL). Mereka juga belum banyak bekerja pada Kamis pagi 21 Juni 2018. Hanya ada satu warga setempat yang datang menjelang siang.

    Pria bernama Tunggul Widiyanto itu hendak mengurus perpanjangan tanah makam. “Ada satu orang yang melayani tadi,” kata Tunggul.

    Berurutan datang di belakang Tunggul ada sejumlah warga Senayan lainnya. "Di kantor Kelurahan Senayan paling banyak melayani warga. Biasanya satu hari bisa datang sekitar 40-45 orang," ujar Bintarto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.