Arus Balik Lebaran, 21 Ribu Orang Melalui Terminal Bus Pulogebang

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemudik menunggu jadwal keberangkatan bus di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu, 2 Juni 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Para pemudik menunggu jadwal keberangkatan bus di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu, 2 Juni 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta – Sejak Lebaran 2018 hari pertama hingga keempat, sebanyak 21 ribu orang telah tiba di Jakarta melalui terminal bus antarkota Pulogebang, Jakarta Timur.

    "Untuk hari ini pada pukul 09.30 tadi sudah ada 4.790 penumpang yang masuk ke Jakarta melalui terminal Pulogebang," ujar Kepala Terminal Pulogebang Ismanto di Jakarta Timur, Kamis, 21 Juni 2018.

    Ismanto mengatakan peningkatan penumpang memang telah terjadi pada Rabu malam, yakni 6.988 orang tiba di terminal Pulogebang. Jumlah itu melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan hari sebelumnya.

    Baca juga: Arus Balik Lebaran 2018, Pemudik Jakarta Padati Tol Cipularang

    Lonjakan tersebut, kata Ismanto, disebabkan pada hari Kamis ini para pegawai negeri sipil (PNS) sudah harus mulai bekerja kembali.

    Ia memprediksi jumlah arus mudik itu akan terus meningkat seiring telah habisnya cuti bersama Lebaran 2018 bagi para pegawai swasta. "Kami perkirakan hari Minggu dan Senin dinihari puncak arus balik akan terjadi," ujar dia.

    Adapun masyarakat yang datang dari luar daerah ke Jakarta melalui terminal Pulogebang, 60 persen berasal dari Jawa Tengah, 32 persen dari Jawa Timur, dan sisanya Sumatera, Jawa Barat, dan Bali.

    Dari pantauan Tempo di lokasi, rata-rata penumpang bus itu datang tidak sendiri. Mereka datang berdua hingga bergerombol sambil menentang tas dan kardus.

    "Mau ikut kakak di Cakung, ikut konveksi," ujar Abimanyu, salah seorang pendatang dari Tegal yang datang usai libur Lebaran 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?