Sandiaga Sebut Para Pendatang Arus Balik Bukan Beban, Asalkan...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Porter membawakan barang pemudik saat arus balik H+5 Lebaran di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu, 20 Juni 2018. Menurut Senior Manager Humas PT KAI Daop I Jakarta Edy Kuswoyo, pemudik yang datang hari ini mencapai 22.784 orang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Porter membawakan barang pemudik saat arus balik H+5 Lebaran di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu, 20 Juni 2018. Menurut Senior Manager Humas PT KAI Daop I Jakarta Edy Kuswoyo, pemudik yang datang hari ini mencapai 22.784 orang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berani memastikan para pendatang yang tiba di Jakarta dalam arus balik Lebaran 2018 tidak akan menjadi beban.

    "Kami perhatikan lapangan pekerjaannya," ujar Sandiaga Uno saat ditemui di Pekan Raya Jakarta Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Juni 2018. "Kami pastikan mereka memiliki keterampilan yang bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan."

    Baca : H+6 Arus Balik, Baru 45 Persen Pemudik Kembali ke Jakarta

    Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan kepada para pendatang untuk segera melaporkan kehadiran mereka kepada Rukun Tetangga atau Rukun Warga 1 x 24 jam.

    Pasca-Lebaran 2018, ribuan orang kembali memadati Ibukota. Di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, pada Kamis kemarin telah tiba 21 ribu orang yang datang ke Jakarta.

    Kepala Terminal Pulogebang Ismanto mengatakan mayoritas mereka datang dari daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

    Dari pantauan Tempo di lokasi, rata-rata penumpang bus itu datang tidak sendiri. Mereka datang berdua hingga bergerombol sambil menentang tas dan kardus. "Mau ikut kakak di Cakung, ikut konveksi," ujar Abimanyu, salah seorang pendatang dari Tegal, Jawa Tengah.

    Abimanyu menjadi salah satu pendatang yang ingin mengadu nasib di Jakarta dalam arus balik Lebaran tahun ini. Dia baru kali ini menginjakkan kaki di Ibukota. Pria asal Jawa itu sebelumnya bekerja sebagai penjual sayur di kampungnya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?