Pesan HUT Jakarta dari Tim Oranye, Makin Bersih, Tak Banjir Lagi

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas PPSU (Penanganan Prasarana Umum) atau yang biasa disebut pasukan oranye membersihkan sampah setelah aksi May Day di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, 1 Mei 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah petugas PPSU (Penanganan Prasarana Umum) atau yang biasa disebut pasukan oranye membersihkan sampah setelah aksi May Day di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, 1 Mei 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta – Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau biasa dikenal sebagai Tim atau Pasukan Oranye memberi pesan  kepada warga Ibu Kota dalam rangka HUT Jakarta ke-491.

    “Semoga warga Jakarta lebih tertib lagi buang sampah," kata Salman, anggota PPSU Kelurahan Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat 22 Juni 2018.

    Baca juga: HUT Jakarta, Sandiaga Uno Ajak Menangkan Jakarta ala Fatahillah

    Hal yang sama diungkapkan oleh Wawan, anggota PPSU dari Kelurahan Utama Kayu Selatan, Jakarta Timur. Ayah satu anak itu berharap Jakarta semakin terhindar dari banjir akibat pembuangan sampah sembarangan.

    "Jakarta sudah tua, semoga semakin tua semakin bersih dan enggak banjir lagi karena warganya rajin buang sampah di tempatnya," kata Wawan.

    Anwar,  38 tahun,  warga Jakarta lainnya berharap di usia Jakarta yang menginjak 491 tahun ini, kemiskinan dapat dientaskan.

    "Harapannya sih Jakarta bisa lebih baik lagi, yang miskin enggak semakin miskin," kata Anwar  yang ikut menyaksikan Apel HUT DKI Jakarta ke-49 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat pada Jumat  pagi, 22 Juni 2018.

    Apel itu dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Apel HUT Jakarta itu dihadiri oleh ribuan pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk para petugas PPSU.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.