Kamis, 20 September 2018

Hari Moekti Ternyata Punya Riwayat Penyakit Jantung Koroner

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hari Moekti, rocker Indonesia era 1980-an yang hijrah menjadi ustad, mengembuskan napas terakhir di usia 61 tahun pada Minggu, 24 Juni 2018. Ia dikabarkan meninggal akibat serangan jantung. twitter.com

    Hari Moekti, rocker Indonesia era 1980-an yang hijrah menjadi ustad, mengembuskan napas terakhir di usia 61 tahun pada Minggu, 24 Juni 2018. Ia dikabarkan meninggal akibat serangan jantung. twitter.com

    TEMPO.CO, Bogor - Penceramah Hariadi Wibowo yang lebih sebelumnya dikenal sebagai rocker dengan nama Hari Moekti ternyata memiliki riwayat penyakit jantung koroner. Menurut anak pertama Hari, Faqih Zulfikar, penyakit ayahnya itu telah diketahui sejak lama. “Tapi nggak pernah ditunjukin, paling abi ngomong sakit nih, tapi sambil bercanda,” kata Faqih, seusai pemakaman ayahnya,  Senin 25 Juni 2018.

    Faqih melanjutkan, penyakit yang diderita ayahanya itu baru diketahui empat bulan lalu. “Meski begitu, seperti tidak sedang mengidap penyakit, masih ceramah kemana-mana,” ujar Faqih.

    Faqih mengatakan, sebelum mendapatkan kabar ayahnya meninggal di Cimahi, ia merasakan kangen terhadap Hari. “Kok tiba-tiba kangen sama abi, selang beberapa saat dapat kabar tidak mengenakkan,” kata Faqih.

    Faqih Zulfikar mengatakan, ayahnya adalah panutan yang tak pernah ia lupakan. “Selain seorang bapak, ia bisa menjadi sahabat dan guru bagi kami,” katanya dengan berlinang air mata.

    Faqih ingat betul ketika ia ke Belanda pada 2011. Saat berpamitan, ayahnya memeluk erat. “Dia peluk saya dan bilang, sejauh apapun tinggal saya tetap anaknya, di situ saya menangis,” kata Faqih. Faqih memang jarang bertemu dengan Hari karena kesibukan masing-masing.

    Hari Moekti lahir di Cimahi pada 25 Maret 1957. Ia menjadi vokalis grup rock Jakarta, Makara Band, dari 1982 hingga 1985. Ia juga pernah bergabung ddengan grup Krakatau pada 1985 dan band Adegan pada 1991. Setelah itu dimeninggalkan dunia hiburan dan memilih mendalami agama dan menjadi penceramah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.