Polisi Masih Selidiki Kasus Penjambretan Dirjen Kementerian PUPR

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jambret. chicagonewsreport.com

    Ilustrasi jambret. chicagonewsreport.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi masih menyelidiki ihwal penjambretan terhadap Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarief Burhanudin di area Kota Tua, Jakarta Barat, Ahad, 24 Juni 2018.

    “Kami sudah melakukan penyelidikan awal,” ujar Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi melalui telepon, Senin, 25 Juni 2018.

    Baca: Hendak Mudik ke Indramayu, 2 Gadis Lawan Penjambret di Bekasi

    Syarief dijambret saat sedang bersepeda di kawasan Kota Tua, Ahad pagi,  sekitar pukul 07.00 WIB. Penjambret menarik telepon seluler Syarief yang ditaruh di kantong belakangnya.

    ADVERTISEMENT

    Akibat dari kejadian itu, Syarief sempat terseret motor dan terpelanting sebanyak dua kali.

    Baca: Istri Ketua Kadin Pusat Jadi Korban Penjambretan

    Pada saat ini, Syarief masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan karena mengalami patah tulang dan remuk di bagian pundaknya.

    Saat ditemui di kantor Kepolisian Daerah Metro Jaya hari ini, Hengki mengatakan pihak kepolisian saat ini sedang proaktif untuk menyelidiki kasus ini lantaran Syarief belum dapat dimintai keterangan sebagai korban penjambretan. “Kami sedang proaktif tanya. (Syarief) Sekarang belum bisa ditanya. Tapi kami proaktif kejar,” tutur Hengki.

    IMAM HAMDI 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.