Dirjen PUPR Korban Penjambretan di Kota Tua, Ini Kata Polisi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang penjambret dan pencopet ditangkap aparat kepolisian di Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta, 3 Mei 2017. Pelaku ditangkap usai seorang korban bersama warga mengejar ikut mengejar keduanya. TEMPO/Amston Probel

    Dua orang penjambret dan pencopet ditangkap aparat kepolisian di Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta, 3 Mei 2017. Pelaku ditangkap usai seorang korban bersama warga mengejar ikut mengejar keduanya. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Polres Jakarta Barat belum menerima laporan penjambretan terhadap Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarief Burhanudin. 

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Edi Sitepu mengatakan belum ada pihak yang melapor terkait dengan kasus penjambretan terhadap Syarief di kawasan Kota Tua, Ahad, 24 Juni 2018.

    Baca: Polisi Masih Selidiki Kasus Penjambretan Dirjen Kementerian PUPR

    “Belum ada yang melapor. Korban saat ini masih dirawat juga,” katanya saat dihubungi lewat telepon, Senin, 25 Juni 2018.

    Meski begitu, kepolisian telah berinisiatif melakukan penyelidikan ihwal kasus penjambretan tersebut. Ia pun menyebut telah menyebar timnya di lapangan untuk mengumpulkan informasi.

    Baca: Ditendang Penjambret Depok, Bocah Tiga Tahun Tewas

    Edi menyebutkan, setelah kondisi Dirjen Kementerian PUPR membaik, timnya berencana menggali keterangan guna mendukung proses penyelidikan. “Kami di lapangan sedang bekerja semua,” ujarnya.

    Peristiwa penjambretan terhadap Syarief terjadi pada Ahad, sekitar pukul 07.00, saat ia sedang bersepeda di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Syarief bersepeda dari rumahnya di daerah Cipete, Jakarta Selatan.

    Baca: Polisi Tangkap Penjambret Lintas Wilayah di Jakarta  

    Penjambret menarik telepon seluler (ponsel) Syarief yang ditaruh di saku belakangnya.

    Akibat kejadian penjambretan ponsel tersebut, Syarief sempat terseret sepeda motor dan terpelanting dua kali. Saat ini, ia sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan, karena mengalami patah tulang dan remuk di bagian pundak.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.