Selidiki Penembakan Mobil Karyawan JICT, Polisi Cari CCTV

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kaca mobil pecah. Wikipedia.org

    Ilustrasi kaca mobil pecah. Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi memerilksa kasus penembakan terhadap mobil Chevrolet Spin milik karyawan Jakarta Internasional Container Terminal atau JICT. Pemilik mobil, Sugiyanto, melaporkan penembakan itu ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu malam. 

    Peluru menembus kaca depan sebelah kiri mobil yang diparkirkan di lapangan parkir karyawan JICT 1 Gate In Lama Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 27 Juni 2018.

    Baca: Pelaku Penembakan Senjata Api di Gandaria City Jadi Tersangka

    Juru bicara Polda Metro Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan kejadian tersebut baru disadari pemilik mobil tersebut pada Rabu pukul 23.00. "Kejadian ini sudah di laporkan ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok," kata Argo, Kamis, 28 Juni 2018.

    Menurut keterangan Sugiyanto, dia memarkir kendaraannya di lokasi kejadian sekitar pukul 15.00. Begitu pulang menjelang tengah malam, korban melihat ada serpihan kaca di dekat mobilnya.

    Baca: Penembakan Studio Rhoma Irama, Ini Perkembangan Terbaru Polisi 

    Setelah didekati, ternyata serpihan tersebut berasal dari pecahan kaca depan mobilnya. Kaca depan mobilnya pecah akibat ditembus peluru.  

    Peluru tersebut diketahui berasal dari senjata berjenis air softgun. Hal itu terlihat dari gotri yang ditemukan di dalam jok depan sebelah kiri mobil korban.

    Polisi masih terus melakukan pendalaman kasus penembakan mobil ini. "Sudah ada empat orang saksi yang kami periksa. Kami juga sedang mencari CCTV," ujarnya.

    Baca: Penembakan Dokter, Pelaku Berjalan Kaki ke Polda Menyerahkan Diri

    Argo mengatakan korban penembakan mobil ini telah 20 tahun bekerja di JICT. Korban mempunyai tugas dan tanggung jawab melakukan penarikan container atau pemeriksaan Bea Cukai. "Korban juga merasa tidak punya musuh selama kerja."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.