Rabu, 14 November 2018

Tongkrongan 1980 - an Sandiaga Uno, dari Basket Sampai Diskotek

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno mendatangi kantor Ombudsman RI di Kuningan, Jakarta Selatan 9 April 2018. Pemanggilan Sandiaga Uno terkait dengan penerbitan sertifikat Tanah di Pulau Pari. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno mendatangi kantor Ombudsman RI di Kuningan, Jakarta Selatan 9 April 2018. Pemanggilan Sandiaga Uno terkait dengan penerbitan sertifikat Tanah di Pulau Pari. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Jakarta telah tumbuh hingga genap berusia 491 tahun pada 22 Juni 2018. Merayakan HUT Jakarta bisa dengan berbagai cara. Kami memilih mengangkat kembali romantisme tempat-tempat tongkrongan di era 1980-an. Remaja pada masa itu di antaranya adalah Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini.  

    Sandiaga Salahuddin Uno, nama lengkapnya, bersedia berkisah tentang tempat-tempat tongkrongan favoritnya semasa remaja itu. Beberapa kata kunci pun meluncur dari pria berusia 49 tahun itu. Mulai dari Blok M, basket, Civic Excellent, hingga mejeng dan diskotek siang.

    Baca:
    Perayaan HUT Jakarta Belum Selesai, Masih Ada Karnaval Bulan Juli

    Menurut Sandiaga, pada masa itu tawuran pun bukan barang aneh. “Tapi gesekannya gak banyak. Justru banyak itu kenalan sama cewek, beda-beda SMA,” katanya melukiskan keseruan pergaulannya. Berikut penuturan Sandiaga selengkapnya ketika ditemui di ruang kerjanya di lantai dua Balai Kota DKI Jakarta, 21 Juni 2018


    Bagaimana Anda menghabiskan masa remaja di Jakarta pada 1980-an?
    Layaknya remaja di Jakarta, SMP-SMA banyak main. Tapi fokus saya dulu olahraga. Saya rutin banget main basket waktu itu.

    Dimana Anda biasa nongkrong bersama teman-teman saat itu? 
    Khas 1980-an itu jalan-jalan di Melawai dan Blok M. Anak-anak SMA suka muter-muter kayak setrika-an, ‘Mejeng’ namanya dulu.

    Siapa saja teman yang mungkin masih Anda ingat saat ini?
    Sahabat saya itu pak Rosan yang sekarang di Kadin (Rosan Roeslani, Ketua Kadin 2015-2020), Pak Sihar yang lagi nyalon di Sumatera Utara (Sihar Sitorus, Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara), dan Pak Pandji yang sekarang bantu saya di sini (Panji Gunardi) dan teman-teman SMA yang main basket juga sama saya.

    Apa saja yang Anda lakukan bersama teman-teman saat itu? 
    Nge-geng, dulu muter-muter seperti mengukur jalan. Kalau dipikir-pikir dulu ngapain saya begitu, ngabis-ngabisin bensin. Terus datangi ulang tahun satu teman, lanjut lagi ke ulang tahun teman yang lain.

    Kalau jalan-jalan naik mobil siapa?
    Dulu paling keren itu mobil Rosan, Civic Wonder. Panji mobilnya Daihatsu Taft. Saya dulu tidak punya mobil, jadi ikut saja sama yang lain. Saya mulai dipercaya bawa mobil itu kelas tiga SMA. Mobil pertama saya Civic Excellent, Weh..saya masih ingat itu.

    Baca juga:
    Kesaksian Tiga Polantas Menjadi Kunci Kasus Herman Hery
    Marak Penampakan Buaya di Jakarta, Ini Kata Anies Baswedan

    Bagaimana dengan pacar. Siapa pacar di masa remaja Anda? 
    Ya satu itu lah yang sampai sekarang, bu Nur Asia (isterinya). Pas SMA sudah berpacaran, tapi pacaran gitu lah, pacaran ‘abg’. Kalau kenalnya sudah dari SMP

    Selain basket, apa lagi kegemaran Anda?
    Sempat nge-band sama teman-teman SMP dan SMA juga. Nama band-nya Sporadis, ngeri..ha-ha-ha. Saya main gitar, main bass sama vokalis sesekali, bantu-bantu.

    Nongkrong di toko kaset juga dong? 
    Pernah. Seru banget saya gak akan pernah lupa itu. Pake headphone lalu teriak-teriak sendiri sampai kedengeran satu toko. Nanti kalau sudah dengerin sepuluh (kaset) yang dibeli cuma satu

    Sering pesan-pesan lagu di radio? 
    Sering ikut tapi gak pernah nembus. Dulu juga zamannya merekam lagu di kaset kan. Saya sering merekam untuk sendiri atau kirim buat bu Nur

    Kalau nonton film, biasanya di bioskop mana? 
    Dulu di Blok M itu ada namanya Garden Hall. Sering nonton film di situ. Tiketnya dulu Rp 1000 atau Rp 500 gitu

    Pernah ke diskotek? 
    Pernah tapi diskotek siang, My Place. Itu tanya sama bu Nur saja, dulu karena dia gak boleh keluar malam jadi mainnya siang ha-ha-ha. Diskotek siang itu sempat digandrungi, ramai, walau aneh aja, masuk gelap pas keluar terang

    Apa yang paling Anda rindukan dari era 1980-an? 
    Kebersamaan. Dulu anak muda tawuran ada, tapi gesekannya tidak banyak. Justru banyak itu kenalan sama cewek, beda-beda SMA…



    KOREKSI: Naskah berita ini sudah diubah pada (Minggu/1 Juli 2018) untuk meralat kekeliruan penulisan nama pada jawaban pertanyaan ketiga. Tertulis semula Pandji Pragiwaksono, seharusnya Panji Gunardi. Redaksi mohon maaf atas kesalahan ini. Terimakasih


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?