Sebulan Dibuka, 6.400 Laporan Diterima Posko PPDB DKI

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018. Para orang tua calon siswa baru sudah mendatangi sekolah sejak pukul enam pagi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018. Para orang tua calon siswa baru sudah mendatangi sekolah sejak pukul enam pagi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga hari ini, jumlah pengaduan yang masuk ke Posko Pengaduan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta telah mencapai 6.400 orang.

    "Jumlah aduan terbanyak datang di hari Selasa lalu, jumlahnya sampai 1.148," ujar Penanggung Jawab Teknis Posko PPDB Jakarta, Wawan Karnawan, di SMKN 1 Jakarta, Jumat, 29 Juni 2018.

    Baca: Bangku Kosong Sekolah PPDB Online DKI Diumumkan Sore Ini

    Pada hari-hari biasa jumlah orang yang mengadu hanya sekitar 100 - 500 orang saja. Namun pada Selasa lalu terjadi lonjakan yang begitu besar dan mengakibatkan jam operasional posko diperpanjang hingga pukul 18.30 WIB.

    Seperti diketahui, PPDB jalur lokal telah berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 25 Juni-27 Juni 2018. Di jalur ini, masyarakat hanya bisa mendaftar sekolah SMP atau SMA sesuai dengan zonasi asal tempat tinggal.

    Baca: PPDB Online Bermasalah, Orang Tua Siswa Minta Anies Turun Tangan

    Selama proses itu berlangsung, Dinas Pendidikan DKI Jakarta membuka posko pengaduan di SMKN 1 Jakarta. Orangtua murid yang memiliki masalah pendaftaran, bisa bertanya solusi di posko itu pada hari kerja dari pukul 08.00-16.00 WIB.

    Tidak hanya siswa dari sekitaran DKI Jakarta saja yang mengadu ke posko tersebut, tetapi juga masyarakat yang berasal dari daerah sekitar Jakarta seperti Tangerang, Bekasi, dan Depok.

    Dari pantauan Tempo di lokasi, permasalahan paling banyak yang dilaporkan di posko adalah mengenai nomor kartu keluarga (KK). Wawan mengatakan orangtua biasanya mengeluh nomor KK tidak muncul saat melakukan verifikasi di sekolah.

    Salah satu orangtua murid, Andri Kurniawan, 39 tahun, datang ke posko karena mengaku lupa kata kunci akun PPDB anaknya. "Lupa saya, tadi lapor ke sekolah diminta buat dateng ke posko," ujar Andri yang mendaftarkan anaknya ke SMPN 8 Jakarta.

    Lebih lanjut, Wawan mengatakan posko pengaduan akan terus dibuka hingga 15 Juli 2018 atau sampai pelaksanaan PPDB selesai dilakukan. "Nanti hari Senin bakal ramai lagi mungkin. Kalau hari ini sudah sepi," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.