Pengacara Pastikan Aman Abdurrahman Tak Banding

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Aman Abdurrahman saat mengikuti sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 22 Juni 2018. Selain terlibat dalam bom Sarinah, Aman didakwa berada di balik serangan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur; bom di gereja di Samarinda, Kalimantan Timur; penyerangan kantor Kepolisian Daerah Sumatera Utara; serta penyerangan terhadap polisi di Bima, Nusa Tenggara Barat. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Terdakwa Aman Abdurrahman saat mengikuti sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 22 Juni 2018. Selain terlibat dalam bom Sarinah, Aman didakwa berada di balik serangan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur; bom di gereja di Samarinda, Kalimantan Timur; penyerangan kantor Kepolisian Daerah Sumatera Utara; serta penyerangan terhadap polisi di Bima, Nusa Tenggara Barat. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa terorisme Aman Abdurrahman menolak mengajukan banding atas vonis hukuman mati. Vonis diberikan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat 22 Juni 2018 lalu.

    Pegacara Aman Abdurahman, Asludin Hatjani, mengatakan keputusan menerima vonis setelah Aman melakukan pertemuan dengan keluarga dan pengacara. Pertemuan dilakukan di Markas Komando Brigade Mobil Kelapa Dua, Depok, Selasa 26 Juni 2018.

    Baca:
    Dihukum Mati, Aman Abdurrahman Beri isyarat Ini Kepada Pengacara

    “Aman sendiri yang memutuskan dan keluarga mengikuti,” kata Asludin saat dihubungi, Jumat 29 Juni 2018.

    Menurut Asludin, tim pengacara mendorong upaya banding. Namun Aman Abdurrahman kukuh lantaran keyakinannya terhadap khilafah. “Aman yakin terhadap takdir kematiannya.”

    Aman Abdurrahman didakwa sebagai dalang lima serangan terorisme selama 2016-2017. Selain menjadi otak serangan bom Sarinah di Jalan Thamrin, Aman didakwa berada di balik serangan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur; bom di gereja di Samarinda, Kalimantan Timur; penyerangan kantor Kepolisian Daerah Sumatera Utara; serta penyerangan terhadap polisi di Bima, Nusa Tenggara Barat.

    Baca juga:
    Pelemparan Batu di Tol Terulang, 4 Orang Luka
    Ini Coblosan Guru di Bekasi yang Dipecat Usai Pilkada Serentak

    Majelis hakim memvonis Aman Abdurrahman bersalah dan memberi hukuman maksimal sesuai tuntutan jaksa. Dalam putusannya, hakim menyatakan Aman Abdurrahman terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana terorisme.

    Pertimbangan yang memberatkan adalah terdakwa merupakan residivis dengan aliran ISIS. Aman Abdurrahman juga dinyatakan sebagai penggagas dan pembentuk Jamaah Ansharut Daulah (JAD), menyebarkan paham yang menyebabkan korban jiwa, menggerakkan orang lain untuk menjalankan aksi teror, serta merenggut masa depan orang lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.