Begal di Bundaran Pondok Indah Rampas Sepeda Seharga Rp 30 Juta

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi begal motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi begal motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua begal bersejata tajam beraksi di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu, 30 Juni 2018. Pengendara sepeda bernama Robertus Soutwell Bougie Hartono, 35 tahun, menjadi korban. Pelaku merampas handphone, duit, dan sepeda seharga 30 juta milik korban.

    Bougie mengatakan pelaku yang berusia sekitar 20 tahun itu menodongkan celurit. "Awalnya hanya minta handphone dan dompet saya. Tapi akhirnya sepeda juga dirampas," kata Bougie saat dihubungi, Ahad, 1 Juli 2018.

    Menurut Bougie, saat itu dia akan menghadiri halal bi halal komunitas sepeda Bintaro Loop. Ia janjian bertemu dengan beberapa temannya di bundaran Pondok Indah. Ia tiba di lokasi lebih awal. Tiba-tiba muncul dua pemuda berboncengan sepeda motor.

    Di bundaran Pondok Indah, kedua pemuda itu terlihat celingukan. Bougie awalnya tak curiga. "Mungkin dia celingukan karena takut ada polisi. Sebab, keduanya tidak bawa helm dan melawan arah," kata Bougie.

    Tidak berapa lama dua pemuda itu menghampiri Bougie dan bertanya jalan yang menuju Terogong. “Mereka jalan sebentar, tapi berputar lagi ke saya,” kata Bougie. Satu pelaku itu mengeluarkan celurit dan menodong Bougie. "Pelaku minta handphone dan dompet. Tapi saya bilang, tidak bawa dompet," ujarnya.

    Bougie menyerahkan ponsel dan uangnya. Pemuda yang menodongkan celurit itu kemudian naik ke boncengan sepeda motor dan bersiap kabur. Namun baru jalan lima meter sepeda motor berhenti. "Dia mengambil sepeda saya," ujarnya.

    Bougie telah melaporkan dua begal itu ke Kepolisian Sektor Kebayoran Lama tadi malam. "Setelah dibuatkan BAP (berita acara penyidikan) kasusnya di-backup Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.