Kamis, 19 Juli 2018

Cegah Pelemparan Batu di Tol, Ada Tiga Saran Diusulkan Ombudsman

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaca mobil Honda Freed pecah akibat pelemparan batu dari jembatan penyeberangan orang Jalan Tol Jakarta Merak, Kecamatan Cikande, Serang, Banten pada Rabu malam, 27 Juni 2018. Dok: Polres Serang

    Kaca mobil Honda Freed pecah akibat pelemparan batu dari jembatan penyeberangan orang Jalan Tol Jakarta Merak, Kecamatan Cikande, Serang, Banten pada Rabu malam, 27 Juni 2018. Dok: Polres Serang

     

    TEMPO.CO, Jakarta - Ombudsman RI memberikan usulan agar tidak terjadi lagi aksi pelemparan batu di tol. Lembaga ini meminta fasilitas dan kelayakan jembatan penyeberangan orang (JPO) jalan tol harus dipelihara.

    Komisioner Ombudsman, Dadan Suparjo Suharmawijaya mengatakan perlu ada pemeliharaan terhadap fasilitas JPO yang rusak.

    'Karenanya fasilitas yang meminimalisir potensi penyalahgunaan harus terus dipelihara, diperbaiki, dan ditingkatkan," kata Suparjo saat dihubungi Tempo pada Senin 2 Juli 2018.

    Baca juga: Kapolres Jakarta Timur Ancam Tembak Pelaku Pelemparan Batu di Tol

    Beberapa insiden pelemparan batu di JPO jalan tol memakan korban luka. Terakhir kejadian itu terjadi di KM 49 Jalan Tol Jakarta Merak, Kecamatan Cikande, Serang, Banten, pada Rabu malam, 27 Juni 2018.

    Ada tiga mobil yang terkena batu. Empat orang luka akibat batu memecahkan tiga kaca mobil pada malam itu.

    Sebelumnya, ada tiga kasus yang dilaporkan ke kepolisian, yakni pelemparan batu di JPO Malaka, Ciracas, Jakarta Timur; Jalan Tol Jagorawi; dan Jalan Tol Cikampek.

    Dadan menegaskan agar tak ada kerusakan pagar pengaman JPO. Pengamanan dan kelayakan JPO pun harus ditingkatkan. Dari sisi keamanan misalnya mencegah penyalahgunaan lokasi JPO untuk melancarkan aksi kejahatan.

    "Jangan sampai ada pagar bolong dibiarkan. Justru di titik rawan pengamanan harus berlapis," ujar Dadan.

    Untuk mengantisipasi pelemparan batu kembali terjadi, menurut Dadan, sisi kiri dan kanan JPO dapat ditutup dengan pagar. Selain itu, memasang alat pantau keamanan seperti closed-circuit television (CCTV) dan dilakukan patroli berkala.

    Simak juga: Perluasan Ganjil Genap, Jalan Gatot Subroto Padat Hingga Siang

    Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menyampaikan, desain JPO di jalan tol sudah sesuai aturan yang dilengkapi dengan jaring pengaman.

    Namun, beberapa persoalan muncul di tengah pengoperasian JPO. Misalnya, jaring-jaring yang sobek sehingga membuka peluang masyarakat menjatuhkan barang tertentu dari JPO atau aksi pelemparan batu di tol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.