74 CCTV Pantau Titik Rawan Tol Tangerang, Cegah Pelemparan Batu

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaca mobil Honda Freed pecah akibat pelemparan batu dari jembatan penyeberangan orang Jalan Tol Jakarta Merak, Kecamatan Cikande, Serang, Banten pada Rabu malam, 27 Juni 2018. Dok: Polres Serang

    Kaca mobil Honda Freed pecah akibat pelemparan batu dari jembatan penyeberangan orang Jalan Tol Jakarta Merak, Kecamatan Cikande, Serang, Banten pada Rabu malam, 27 Juni 2018. Dok: Polres Serang

    TEMPO.CO, Tangerang - Astra Tol Tangerang-Merak atau PT Marga Mandalasakti akan memasang CCTV tambahan di sejumlah titik rawan untuk mencegah pelemparan batu di tol itu.  

    Tindakan itu dilakukan setelah evaluasi terjadinya kasus pelemparan batu di tol tersebut. Pelemparan batu yang terjadi di kilometer 49.500 mencelakai enam kendaraan dan menyebabkan empat korban luka.

    "Tentunya kami evaluasi semuanya dan melakukan tindakan preventif pencegahan," ujar Kepala Divisi Operasi PT Marga Mandalasakti Ega N Boga kepada Tempo, Senin 2 Juli 2018.

    Baca: Pelemparan Batu di Tol Serang Sadistis, Ukuran Batunya...

    Pasca kejadian, kata Ega, pengelola tol sudah menambah personel dan waktu patroli.

    "Penebalan petugas juga frekuensi waktu ditambah," katanya. Hal ini, kata Ega, berlaku untuk semua area jalan tol Tangerang-Merak.

    Sisi kiri dan kanan jembatan diberi pengaman kawat dan penutup. "Sebelumnya memang sudah ada pengaman, tapi diperbaiki lagi."

    Langkah lainnya, kata Ega, adalah menambah lampu penerangan dan kamera CCTV di jalan tol.

    "Saat ini sudah 74 CCTV terpasang di sejumlah titik, penambahan CCTV ini memang sudah rencana sebelum kasus pelemparan batu terjadi," kata Ega.

    Ega mengakui saat ini masih ada beberapa titik jalan tol yang belum tercover kamera CCTV.

    Baca: Polisi Tangkap Lima Pelaku Pelemparan Batu di Tol Tangerang

    Kasus pelemparan batu di tol Tangerang-Merak terjadi pada 27 Juni 2018, antara 21.00-23.00. Pelakunya lima remaja iseng yang sering nongkrong di sekitar jembatan penyeberangan di atas tol Tangerang-Merak desa Cikande, Serang atau tepatnya di kilometer 49.500.

    Polisi hanya membutuhkan waktu lima hari untuk mengungkap kasus ini. "Pelaku adalah kawanan yang suka nongkrong bersama," ujar 
    Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Indra Gunawan.

    Indra mengatakan motif pelemparan batu di tol ini hanya iseng. "Para pelaku hanya iseng, ketika melintas mereka melihat batu dan langsung melemparkannya dari atas jembatan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.