Ini Kata Anies Baswedan Soal Rencana Diusung PKS di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memantau kondisi pemudik di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Ahad, 10 Juni 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memantau kondisi pemudik di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Ahad, 10 Juni 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan berkomentar soal namanya yang masuk bursa calon presiden dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2019 oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    Anies Baswedan memilih bungkam terkait dengan namanya yang digadang-gadang Presiden PKS Sohibul Iman dan sebagian kader PKS.

    "No, no, no, sudah, sudah," kata Anies Baswedan ketika dimintai komentarnya dalam acara konferensi pers Pertemuan Ulama dan Da'i se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Juli 2018.

    Baca : Anies Baswedan Kaget Disebut Gubernur Indonesia Oleh Menteri Ini

    Anies Baswedan langsung pergi menghindari wartawan untuk bersalaman dengan para tamu undangan lainnya.

    Sebelumnya, Sohibul Iman mengatakan sejumlah kader partainya mengusulkan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden melawan Joko Widodo.

    "Kalau kemudian Anies dimajukan ke tingkat nasional sekadar cawapres, saya kira tidak equal ya, antara yang diperjuangkan terus dapatnya cawapres. Lebih baik ke capres saja. Begitu logikanya," kata Sohibul di Kantor Dewan Pimpinan Pusat PKS, Jakarta, Senin, 2 Juli 2018.

    Sohibul mengatakan nama Anies Baswedan muncul sebagai calon presiden lantaran dia pernah didorong menjadi Gubernur DKI Jakarta. Usaha memenangkan Anies Baswedan, menurut dia, sangat luar biasa. Saat ini, aspirasi tersebut sedang ditampung untuk diusulkan bersama nama lainnya ke Majelis Syuro PKS. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.